Pendidikan

Pendidikan

Forum Relawan Sumbar Akan Berunjuk Rasa Tuntut Transparansi Penetapan Ketua DPRD



PADANG -- Forum Relawan Sumatera Barat berencana akan menggelar aksi unjuk rasa ke kediaman Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Barat, menuntut transparansi dan keterbukaan dalam menentukan calon Ketua DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi. 


Aksi ini juga terkait beredarnya selentingan bahwa proses seleksi berlangsung tertutup, sehingga para relawan pendukung Prabowo di Sumbar tidak memperoleh informasi ihwal sosok yang akan ditetapkan Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi.


"Insya Allah aksi akan kami laksanakan dalam satu atau dua hari ke depan," ujar Marlim, Wakil Ketua Forum Relawan Sumbar, dalam siaran pers-nya, Minggu (8/9/2019) pagi.


Selaku relawan yang telah bekerja tanpa pamrih, tidak dibayar sepeser pun demi pemenangan Prabowo - Sandiaga Uno di Sumatera Barat, papar Marlim, pihaknya berharap penetapan Ketua DPRD kabupaten, kota maupun provinsi dilakukan secara tranparan,  proporsional serta berpedoman pada azas kelayakan dan kepatutan.


"Kami tidak ingin yang menjadi pucuk pimpinan di lembaga terhormat para wakil rakyat justru orang-orang yang tidak memenuhi kriteria, yang tidak kami yakini sebagai sosok yang benar-benar kapabel serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Sumatera Barat," tegas Marlim. 


Kepada Nasrul Abit selaku Ketua DPD Partai Gerinda Sumbar, para relawan mempertanyakan siapa-siapa saja yang diusulkan sebagai Ketua DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi. "Tolong transparan dengan kami para relawan agar kami tahu siapa yang pantas dan patut menyambung aspirasi kami masyarakat Sumatera Barat," imbuh Marlim.


Pihaknya juga mengingatkan, pengusulan dan penetapan Ketua DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi agar dilakukan secara hati-hati, karena tidak ingin perjuangan para relawan pendukung Prabowo dikotori ulah oknum-oknum yang cuma mencari jabatan, yang semata mengkedepankan kepentingan pribadi dan kelompok setelah menjabat.


Ada Elite DPP 'Bermain-main'


Marlim yang juga Ketua Relawan Pendukung Prabowo - Sandi (RPP) Sumbar tak menampik adanya sinyalemen para elite di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra 'bermain-main' dalam menentukan siapa yang berhak duduk sebagai Ketua DPRD, khususnya di Sumatera Barat.


Sekaitan hal tersebut Marlim atas nama Forum Sumbar mengingatkan oknum-oknum elite dimaksud untuk tidak bermain-main dalam hal serius yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta menentukan bagi masa depan Sumatera Barat di berbagai bidang.


"Sebagaimana aturan selama ini, yang berhak dan paling kompeten menjabat Ketua DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi tentunya adalah peraih suara tertinggi atau terbanyak dari partai pemenang pemilu legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam hal ini wajarlah peraih suara terbanyak tersebut memiliki legalitas untuk menjadi pucuk pimpinan di DPRD dan sudah semestinya mendapat persetujuan dari dewan pimpinan pusat partai politik," tegas Marlim.


Sambungnya lagi," Kami tahu Pak Prabowo telah memerintahkan agar memprioritaskan KSB (ketua, sekretaris, bendahara) untuk calon Ketua DPRD, 

kecuali KSB tidak terpilih dalam Pemilu maka tetap diprioritaskan calon dari pengurus. Jadi, jangan ada pula orang yang baru bergabung ke partai untuk dijadikan pimpinan DPRD. Orang baru walaupun memperoleh suara tertinggi, seharusnya tidak direkomendasikan untuk menjadi Ketua DPRD".


Sinyalemen adanya segelintir oknum DPP Partai Gerindra yang berusaha mengutak atik pengusulan dan penetapan Ketua DPRD di Sumatera Barat, lalu menempatkan orang-orang tertentu demi kepentingan pribadi dan kelompok kecilnya, menurutnya patut disayangkan jika ternyata benar-benar terjadi. 

Ia memberi warning, jika hal hal ini dibiarkan, maka sudah barang tentu akan berimbas kepada kinerja anggota DPRD dari Partai Gerindra ke depan nya.


"Oleh sebab itu kami dari Forum Relawan Sumbar berharap kepada Bapak Haji Prabowo sebagai Ketua  (DPP) Partai Gerindra agar arif dan bijaksana dalam menentukan Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi di Sumatera Barat. Jangan sampai, hanya gara-gara kepentingan pribadi atau segelintir kecil elite, kami relawan pendukung Partai Gerindra umum nya dan Prabowo - Sandi khususnya dikorbankan. "Di sini, 86,5 % lho perolehan kemenangan Prabowo Sandi dan Gerindra?," imbuhnya. 


Ditegaskan Marlim, apabila hal ini terjadi, maka akan berakibat kepada hilangnya kepercayaan para relawan pendukung dan masyarakat Sumbar terhadap Prabowo dan Partai Gerindra. 


"Kepercayaan yang selama ini kami gantungkan, janganlah hilang begitu saja akibat ulah oknum elite parpol yang mengkedepankan kepentingan pribadi semata, Kami masih sangat percaya kepada Bapak Prabowo dan Partai Gerindra yang beliau pimpin dan kesetiaan kami telah terpatri," ujar pentolan Forum Relawan Sumbar ini mengakhiri. 


(rel)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera