Pendidikan

Pendidikan

Seleksi Calon Kadet AAL, Bintara Pria dan Wanita Rute III Lanal Denpasar Dimulai


 Sebanyak 182 pemuda dan pemudi yang berasal dari Bali, Banyuwangi dan sekitarnya yang sudah terdaftar dalam Rute III Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada II, jalani tes seleksi tahap pertama  penerimaan calon Kadet AAL, Calon Bintara (Caba) Pria dan Calon Bintara Wanita (Cabawan) TNI Angkatan Laut, Minggu (12/5).

Seleksi penerimaan dilaksanakan oleh 18 personel tim seleksi dari Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut (Lapetal) yang dipimpin oleh Katim Werfing Kolonel Laut (KH) Ambiyah Wijarjono.

Dari jumlah keseluruhan, pendaftar Calon Kadet AAL, Calon Bintara Pria dan Wanita kali ini berjumlah 182 orang dengan rincian calaon Kadet AAL sebanyak 50 orang, Caba Pria 85 orang dan Cabawan 47 orang.

Pelaksanaan tes yang berlangsung mulai 11 Mei 2019 diawali dengan seleksi tahap 1 yang terdiri dari tes kesehatan I, tes psikologi I, tes kesehatan II dan tes psikologi II. Pelaksanaan seleksi bertempat di Gedung Serbaguna IGP. Dwinda Mako Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali.

Tes berlangsung dengan sistem gugur, dimana bila peserta tidak lolos satu materi tes, maka ia tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. Namun jika lolos dalam seleksi tahap I, maka berhak mengikuti seleksi tahap II yang terdiri dari tes pemeriksaan administrasi, tes kesegaran jasmani dan tes mental idiologi.

Selain pelaksanaan seleksi TNI AL dalam hal ini Lapetal akan berkomitmen untuk menjalankan proses rekrutmen prajurit secara profesional, objektif dan transparan dengan memegang teguh aturan seleksi yang ketat untuk mendapatkan calon taruna, bintara pria/wanita terbaik sesuai dengan persyaratkan yang ditentukan.

Menurut Katim Werfing segala yang diperlukan sudah disiapkan panitia seleksi, mulai dari tahap pendaftaran, tahapan seleksi uji pemeriksaan administrasi, kesehatan I, kesehatan II, kesehatan jiwa, uji jasmani, mental idiologi, psikologi, hingga sidang parade dan penentuan akhir (pantukhir) daerah.

Selain itu juga panitia juga mengingatkan agar para peserta dan orang tua peserta seleksi, untuk waspada dan mengabaikan bila ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan jasa atau bantuan bisa meloloskan peserta dalam saringan masuk menjadi Taruna dan Bintara TNI AL dengan meminta sejumlah uang atau barang tertentu itu adalah penipuan.

"Segera laporkan hal tersebut ke pihak panitia atau pihak berwenang untuk ditindak tegas," tegas Ketua Tim Werfing.rr)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera