Pendidikan

Pendidikan

Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh Diskusi Puisi di Ruang Baca Rimba Bulan


PADANG PANJANG,SUMBAR - Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh yang dibina Komunitas Intro Payakumbuh bersilaturahmi ke Ruang Baca Rimba Bulan, Silaiang Bawah, Kota Padangp Panjang, Rabu (29/5/2019).

Bersamaan itu digelar Bincang-Bincang Puisi bersama Iyut Fitra (penyair Nasional asal Payakumbuh) dan Dr. Hermawan, M.Hum (Penyair, Dosen STKIP Rokania, Rokan Hulu, Riau). Diskusi dipandu Muhammad Subhan (Penulis dan Koordinator Forum Pegiat Literasi Kota Padang Panjang).

Acara yang juga dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama itu, dihadiri relawan-relawan literasi Kota Padang Panjang, pegiat literasi Kota Solok, DPC Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Panjang.

Kunjungan Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh tersebut, selain berdiskusi puisi juga upaya membangun sinergisitas gerakan literasi lintas komunitas yang  berbasis kepenulisan (sastra) di Sumatra Barat, khususnya di Kota Padang panjang.

Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh sendiri merupakan komunitas yang aktif menggelar diskusi-diskusi sastra khususnya puisi di Kota Galamai itu.

Pada kesempatan tersebut, Iyut Fitra yang karya-karyanya sering terbit di koran-koran nasional tersebut mengajak kepada calon-calon penyair untuk serius memerhatikan mutu tulisan. 

Puisi, katanya, berbeda dari prosa (cerpen dan novel), dan puisi membutuhkan ruang kontemplasi untuk melahirkan setiap kata yang yang menjadi puisi.

Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh memberi apresiasi atas tumbuhnya ruang-ruang baca di Kota Padang Panjang dengan berbagai kegiatannya. Khusus kepenulisan, katanya, budaya diskusi harus dimasifkan sebagai salah satu tradisi orang Minangkabau.

"Di masa lalu, banyak pemikiran lahir dari diskusi-diskusi di lapau. Kini, diskusi di lapau itu perlu dibawa ke ruang-ruang baca," katanya.

Salah seorang penulis muda Padang Panjang, Nur Halimah, menyatakan kegembiraannya dapat mengikuti diskusi tersebut. "Saya menjadi lebih paham bagaimana seharus menulis puisi yang baik itu," ucapnya.

Dia berharap, diskusi serupa dapat digelar kembali di Padang Panjang, maupun pegiat-pegiat literasi dapat berkunjung ke Komunitas Tanah Rawa Payakumbuh untuk program diskusi lanjutan. 

(rel/yud)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera