Pendidikan

Pendidikan

KAI Daop 7 Madiun Gelar Ngopi Bareng

MADIUN,   PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Jawa Timur, menggelar acara festival minum kopi (ngopi) bareng bersama masyarakat di Stasiun Madiun, Senin 10 September 2018, sore.

Hal ini dilakukan, pasalnya pada gelaran "Ngopi Bareng" diawal 2018 lalu, dinilai sukses. Kemudian menggelar acara serupa dengan tagline "Ngopi Bareng KAI #2 - Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee".

Kegiatan ini, masih dalam rangkaian memperingati HUT ke-73 dan berlangsung selama dua hari, 10-11 September.

Untuk Daop 7 Madiun, event Ngopi Bareng ini, selain diselenggarakan di stasiun, juga diadakan di KA Wijayakusuma dengan total kopi yang dibagikan sebanyak 1.250 cangkir. Kopi yang dibagikan ini terdiri dari berbagai macam jenis yang dihasilkan dari petani-petani kopi Indonesia.

Vice President Daop 7 Madiun, Sulthon Hasanudin, mengatakan, masyarakat dan pengguna jasa KA yang ingin mendapatkan kopi gratis ini cukup menunjukkan aplikasi KAI Access.

"Aplikasi yang sudah terinstal dan terdaftar di ponsel. Tunjukkan kepada petugas di area festival di stasiun dan di kereta api," kata Sulthon Hasanudin.

Menurutnya lagi, untuk pemrosesan selanjutnya, KAI melibatkan 40 roastry dari tujuh provinsi untuk menciptakan karakter rasa pada kopi yang diseduh oleh barista. Jumlah ini meningkat dari kegiatan perdana yang melibatkan 29 roastery. Selain menghadirkan kopi untuk minuman konsumsi, baik berupa biji mentah maupun yang siap tersaji, KAI juga mengajak para petani atau produsen kopi dan pelaku industri kreatif di sektor kopi untuk memperkenalkan produknya pada acara Ngopi Bareng KAI #2.

"Produk-produk yang ditawarkan antara lain green bean, roast bean, kopi bubuk, cold brew, alat untuk meracik kopi, menyangrai kopi hingga aksesoris berbahan bijih kopi," terangnya.

Sebanyak 20 pelaku industri kreatif di sektor kopi dari beberapa daerah, lanjutnya, dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Jumlah ini meningkat dari gelaran awal yang hanya melibatkan sembilan peserta industri kreatif kopi. Industri kreatif kopi memberikan solusi kepada petani yang gagal panen atau kopi hasil panennya tidak dapat dikonsumsi untuk dijadikan aksesoris, parfum mobil, dan lainnya," ujarnya.

Sulthon berharap, melalui event Ngopi Bareng, masyarakat khususnya para pengguna kereta api dapat mengenal berbagai macam kopi khas Indonesia yang tidak kalah nikmatnya dengan kopi dari negara lain.

Sementara itu, pada even nasional, acara ini digelar di Loko Cafe, Stasiun Yogjakarta, dan dibuka langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi serta wawasan seputar kopi di Nusantara sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi asli Indonesia di masyarakat luas.

Dalam acara tersebut, masyarakat dan pengguna jasa KA dapat menikmati kopi gratis yang telah disiapkan oleh KAI sebanyak total 50.000 cangkir di 15 stasiun pada 12 kota dan di 36 KA. Lima belas stasiun itu yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Semarang (Tawang), Semarang (Poncol), Solo (Balapan), Yogyakarta, Surabaya (Gubeng), Surabaya (Pasar Turi), Madiun, Malang dan Jember.

Banyaknya jumlah kopi yang KAI sajikan untuk masyarakat, mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan predikat sebagai "Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pembagian Kopi Terbanyak di Kereta Api dan Stasiun".

Untuk itu, Museum Rekor Indonesia menyerahkan piagam penghargaan kepada KAI di kawasan pintu selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. (Dibyo).


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera