Pendidikan

Pendidikan

Haerudin Ingatkan Pemerintah Soal Utang dan Melemahnya Rupiah

JAKARTA,  Sejumlah wakil rakyat di Parlemen mengingatkan pemerintah dibawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan membengkaknya utang negara. 

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Haerudin malah mengingatkan pemerintah bahaya akibat beban utang negara terhadap kondisi bangsa.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat XI itu, membengkaknya utang negara beresiko besar bagi kedaulatan dan kehidupan sebuah bangsa dan negara. "Bila utang negara sudah tak terkendali, ini merupakan ancaman terhadap kedaulatan bangsa," kata dia.

Itu dilontarkan Haerudin berkaitan dengan pandangan fraksi-fraksi yang ada di DPR RI terhadap RAPBN 2019 beserta Nota Keuangan pemerintah. Karena itu, pemerintah harus hati-hati untuk menambah utang negara. "Jangan utang itu melampaui batas kemampuan," kata dia.

Bila utang sampai melampaui ambang batas kemampuan, lanjut Haerudin, resikonya tentu saja terhadap sebuah kedaulatan negara. Karena itu, Menteri  Keuangan harus cermat, agar utang negara tetap dalam kondisi yang relatif aman sehingga tidak merusak kedaulatan bangsa.

"Berhitung dengan sebaik-baiknya agar jangan sampai kedaulatan kita menjadi rusak dan runtuh akibat adanya utang. Sebuah negara yang beban utangnya berlebihan dari kemampuannya akan berisiko hilangnya kedaulatan dari negara tersebut," pinta Haerudin.

Dalam kesempatan yang sama, Haerudin juga menyampaikan perkembangan terkait dengan persoalan gonjang-ganjing politik belakangan ini. Malah dia meminta agar pihak kepolisian dan juga pemerintah dapat menyikapi dengan baik terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

"Sepanjang mereka dalam koridor hukum yang dijamin undang-undang untuk berserikat dan menyampaikan pendapat dimuka umum, mohon agar tidak disikapi berlebihan," demikian Haerudin. (akhir)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera