Pendidikan

Pendidikan

Presiden Jokowi: Pusat dan Daerah Satu Garis Lurus



BOGOR, JABAR -- Presiden Joko Widodo mengundang bupati seluruh Indonesia untuk menyatukan persepsi antara kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah daerah maupun pusat.

"Saya memang ingin mengundang dalam forum-forum yang lebih kecil seperti ini. Sehingga lebih bebas untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di daerah, karena kita ingin agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten ini betul-betul satu garis lurus," kata Jokowi dalam pengantarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7/2018).

Acara pertemuan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 30 bupati yang diundang, namun tak semuanya hadir. Sementara sesi kedua akan berlangsung pada pukul 15.30 WIB.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menceritakan tentang ketidakpastian perekonomian dunia. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meyakini bahwa masalah tersebut juga dirasakan oleh para bupati.

"Kita harus bicara apa adanya. Situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit. Saya kira bapak ibu semuanya, bupati juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung," terangnya.

Indonesia, menurut Jokowi, patut bersyukur kondisi ekonominya masih bisa tumbuh di atas lima persen lebih. Pasalnya, terdapat beberapa negara besar yang mengalami kemerosotan, seperti Tiongkok turun dari 10 persen ke 6,5 persen.

"Ini betul-betul sebuah pukulan yang sangat berat bagi negara itu. Tapi apa pun kita ingin agar pertumbuhan ekonomi juga sebuah pertumbuhan yang berkualitas, sehingga fundamental ekonomi kita, fundamental pondasi kita," pungkasnya.

Setelah pertemuan berlangsung, kepala negara mengajak para kepala daerah itu untuk makan bersama di halaman depan Istana Kepresidenan Bogor.

(rel/ede)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera