Pendidikan

Pendidikan

Oknum PNS, Diduga Menipu Dengan Modus Paket Wisata Murah

SURABAYA - Tugianto Lauw and partners, kantor pengacara yang beralamat di Jalan Lebak Arum, Surabaya, sampai sekarang berupaya menemukan KR, terduga tindak pidana penipuan dengan modus menyediakan jasa perjalanan wisata Berlebaran ke sejumlah negara di kawasan Asia dengan harga miring. KR berusaha ditemukan Tugianto setelah 2 kali somasinya diabaikan.

"Kemarin kita sudah kita berikan somasi sebanyak 2 kali, namun tidak dihiraukan dan yang bersangkutan keberadaanya juga tidak ditemukan karena sudah pindah alamat, jadi kami tidak bisa melakukan proses hukum lanjutannya," kata Tugianto di kantornya, Sabtu (14/7/2018).

Dikatakan Tugianto, jika yang bersangkutan ditemukan, pihaknya bisa meminta pertanggungjawaban atas perbutan pidana yang sudah dilakukan terhadap kliennya atau menghubungi petugas kepolisian untuk melakukan proses hukum.

Tugianto menambahkan, kalau KR ditemukan, tentu pihaknya bisa melakukan mediasi kenapa Kliennya 
diminta mengikuti paket liburan Lebaran dari Dinas Budaya dan Pariwisata kota Surabaya. Namun setelah membayar uang sebesar Rp 88.517 juta, tidak jadi diberangkatkan. Padahal KR pernah berjanji kalau klien kami akan diberangkatkan pada 15 Juni 2018 lalu.

"Juga bisa menanyakan keterlibatan F suami KR. Dan apakah KR berstatus PNS atau bukan.? Sebab, kami punya bukti petunjuk berupa foto KR berseragam batik PNS sedang foto bersama teman-temannya," tambah Tugianto, mewakili 3 orang kliennya yakni DC, ZBY dan VLF.


Diketahui, kantor pengacara Tugianto Lauw dan rekan yang beralamat di jalan Lebak Arum, Surabaya, sebelumnya telah melayangkan somasi kepada KR setelah kliennya gagal berangkat mengikuti paket libur wisata Lebaran dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya dengan harga murah.  (Han)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera