Pendidikan

Pendidikan

Jumling di Masjid Mutazakirin, Walikota Mahyeldi Seru Warganya Musnahkan LGBT



PADANG -- Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, memberikan khotbah Jumat di Masjid Mutazakirin, Jl. Alai Timur No. 44 Padang, Jumat (29/6/2018).

Dalam khotbahnya,  walikota mengajak segenap warga Kota Padang untuk selalu mendekatkan diri pada Allah Swt, selalu meningkatkan iman dan takwa setiap harinya, serta sholat Jumat setiap waktu bagi kaum prianya.  

Menelisik pernyataan pemerintah pusat bahwa indeks demokrasi di Sumbar relatif rendah, menurut Mahyeldi salah satu indikatornya adalah sikap tegas penolakan   Lesbian Gay Biseks Transgender (LGBT) dan sejenisnya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta segala hal yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ditegaskan walikota, LGBT  kehadirannya harus dihancurkan dan dimusnahkan di bumi ranah minang, Sumbar, atau dari bumi nusantara pada umumnya. Orang-orang yang bergabung dalam LGBT harus ditolak, karena sudah sesat sekali. "Allah akan sangat murka pada kelompok tersebut!," ujarnya.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa saat ini ada pula Islam Nusantara namanya. Ia menegaskan bahwa Islam itu tetap Islam tidak ada embel-embel atau tambahan namanya.

"Bila kita ragu tentang agama, tanya pada ahlinya yaitu para ulama yang berada di sekitar kita atau pada dunia maya, internet. Cari info di sana! Saat ini segala informasi sangat cepat dan mudah diketahui dan didapat," sebut walikota.

Ia juga mengungkan bahwa dari zaman dahulu, informasi hoax sudah ada dan banyak dimanfaatkan orang-orang untuk menyingkirkan lawannya. Hoax memang keji dan kejam sama sekali.

Maka itu, ia berharap warga Kota Padang cerdas dalam menyerap informasi dari mana saja. Cari tahu kebenarannya. 

"Bila informasi didapat, jangan di telan bulat-bulat," seru incumbent pemenang Pilkada Padang 2018 ini. 

(rel/tos)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera