Pendidikan

Pendidikan

Irdan: Rasanya Tak Sabaran Nunggu Gebrakan EmDes Benahi Padang



PADANG -- Ungkapan yang belakangan viral di tengah-tengah warga Kota Padang, #2018, Ganti Walikota Padang, bagi kalangan muda menjadi pemantik semangat tersendiri bahwa masih ada harapan bagi kota bingkuang ini menjadi lebih baik dalam segala hal. Termasuk harapan hadirnya pemimpin baru yang lebih pro rakyat, kreatif dan penuh gebrakan. 

"Rasanya kami sudah tak sabaran menunggu gebrakan pasangan calon nomor urut 1 yang kami jagokan dan kami nilai layak memimpin Kota Padang pada periode mendatang," ujar Irdan, warga Lubuk Belakang, ketika dimintai komentar terkait suksesi kepemimpinan Kota Padang lima tahun ke depan. 

Irdan yang dijumpai www.sumateratime.com di sela-sela kesibukan selaku pedagang barang harian di Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Senin (25/6/2018) pagi, mengakui bahwa ia beserta segenap sanak kerabat dan rekan sejawatnya cenderung menginginkan paslon Emzalmi - Desri Ayunda menjadi walikota dan wakil walikota Padang. Rekam jejak berupa kinerja dan karya yang telah dipersembahkan dua tokoh ini pada bidang masing-masing, patut dijadikan pertimbangan, sehingga pilihan pantas dijatuhkan kepada mereka. 

"Rasanya kami sudah tak sabaran menunggu gebrakan walikota dan wakil walikota Padang yang baru, yang kami nilai lebih jelas bobot bibit bebet serta pas kolaborasinya ketimbang periode terdahulu. Rekam jejak dan kapasitas yang terukur, membuat kami optimis dan berkeyakinan pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda adalah pasangan yang pas dan mampu membawa Kota Padang ke arah yang lebih baik," papar pemuda yang juga tercatat sebagai pengurus DPD KNPI Sumatera Barat ini. 

Ia menegaskan, ungkapan #2018, Ganti Walikota Padang bukan sekedar keinginan kekanak kanakan. Itu adalah ungkapan keinginan mayoritas warga Kota Padang setelah merasakan sendiri bahwa kepemimpinan walikota satu periode terakhir terasa hambar dan cenderung minim gebrakan. Belum tampak kemajuan pembangunan yang signifikan, yang mewakili kepentingan masyarakat banyak. Yang tampak baru berupa upaya pencitraan demi kepentingan sesaat, sementara pembenahan-pembenahan substantif seperti pengentasan masalah banjir, kemiskinan, pemerataan ekonomi, masih terabaikan.

(sri)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera