Pendidikan

Pendidikan

Semoga, Prinsip Kepedulian Non Kepentingan Pribadi dan Golongan Melekat pada Paslon Nomor Urut 1 Pilkada Padang!



Oleh: ANOVTRIZAL MASDAR **
Ketua LSM Rang Mudo Paga Nagari (RAMPAI)


SALAH satu prinsip kepedulian yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia menyatakan peduli, yakni memberi perhatian kepada hal-hal kecil yang mengakibatkan dampak besar. Bukan sebaliknya, memberikan perhatian perhatian kepada sesuatu yang besar, akan tetapi berdampak kecil.

Jika para pemimpin hasil seleksi rakyat melalui Pilkada telah menyatakan komitmennya untuk peduli nasib rakyat, maka mulailah dari sesuatu yang kecil tetapi berdampak besar bagi rakyat. 

Sejatinya, para tim sukses dan "tim s'ah" membisikkan juga hal-hal kecil yang kelihatannya sepele, tetapi bagi rakyat banyak itu adalah sesuatu yang besar, bahkan berdampak dalam kehidupan mereka. 

Sebut saja persoalan listrik yang masih belum normal, belum terpenuhinya hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera, belum terpenuhinya hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat pra sejahtera, lonjakan harga sembako menjelang ramadhan dan lebaran, serta hal-hal lain yang di dalamnya terdapat pertaruhan kehidupan rakyat.

Tidak hanya memberikan perhatian, kepedulian berarti melakukan tindakan dengan segera. Bertindak dengan segera adalah impian rakyat terhadap pemimpin baru, terutama menyikapi hal-hal krusial yang semakin merajarela terjadi dalam masyarakat  dewasa ini. 

Bagaimana sikap pemimpin baru nantinya dalam mengambil kebijakan tegas untuk mencari solusi?

Sebut saja persoalan narkoba, misalnya, yang semakin merajarela dan menghantui setiap generasi muda. Bayangkan saja bagaimana nasib generasi muda jika mereka telah ternoda oleh narkoba. Mengantisipasi ini, diperlukan kebijakan-kebijakan tegas bagaimana memutuskan mata rantai peredaran narkoba. 

Prinsip kepedulian adalah menyucikan diri dari kepentingan pribadi. Harus diakui bahwa pemimpin juga memiliki kehidupan pribadi, mewajibkan mereka melaksanakan tanggung jawabnya. Namun, kehidupan pribadi mereka tidak mengotori tugas dan kepentingan mereka sebagai pemimpin dan pelayan rakyat.

Jika kepentingan pribadi dan golongan masih didahulukan, maka komitmen peduli mereka hanya menjadi semboyan belaka, komitmen peduli mereka hanya menjadi penghibur "telinga" rakyat.

Semoga, prinsip kepedulian non kepentingan pribadi dan golongan melekat pada pasangan calon nomor urut 1 Pilkada Padang 2018, yakni birokrat senior Emzalmi dan profesional teruji Desri Ayunda. 

Perpaduan potensi dan kapabelitas yang dimiliki oleh dua sosok ini, oleh banyak pihak diyakini bakal menjadi kekuatan besar dan siap mendobrak gaya-gaya politik retoris, dimana sang pelakon cenderung memberikan perhatian kepada sesuatu yang besar, akan tetapi berdampak kecil. 

Mengutip pribahasa; "Kuman di seberang lautan tampak, namun gajah di pelupuk mata tidak tampak", begitulah perumpamaan bahwa pencitraan sehebat apapun tetap akan dipatahkan oleh realita. 

Apalah guna sederet kegiatan kolosal yang tujuannya menjadikan Kota Padang pusat perhatian dunia, sementara pada kenyataannya masih banyak masyarakatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan? Masih banyak anak putus sekolah, ditambah belum adanya kepastian jaminan kesehatan dari pemerintah untuk warga pra sejahtera di tengah makin mahalnya biaya berobat sebagai pasien umum. 

Emzalmi dan Desri Ayunda punya kans besar menang Pilkada sekaligus merebut hati warga Kota Padang, sepanjang pasangan ini berpegang teguh pada prinsip kepedulian yang jauh dari kepentingan pribadi dan golongan.  


** Penulis adalah aktivis di sejumlah Orsospol, praktisi media, berdomisili di Tangerang, Banten. Pada Juni 2016, putera asli Nanggalo - Padang ini mengeluarkan statemen bernada kecaman atas pernyataan penjabat Walikota Padang yang dinilai mendiskreditkan pemberitaan kontrol mass media melalui pernyataan di salah satu media online lokal

Baca:  Terkesan Anti Kritik, Pernyataan Walikota Padang Dikecam Praktisi Media 
http://www.sumateratime.com/2016/06/terkesan-anti-kritik-pernyataan.html?m=1

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera