Pendidikan

Pendidikan

Hendra: Pilihan Lain Bikin Sangsi, Satu Pilihan di Pilkada Padang: Emzalmi - Desri Ayunda!



PADANG -- Kendati terbilang bagus di permukaan, namun jika ditelusuri lebih mendalam, pada kenyataannya Kota Padang belum sepenuhnya tersentuh pemerataan pembangunan. Kota ini baru berbedak pada bagian luar, sementara banyak sisi lainnya yang cenderung jauh dari perhatian pemerintah. Kawasan Pasar Raya hingga Pantai Padang, diakui belakangan mulai tertata apik. Namun, hanya sampai sejauh itu saja kah progress kerja pemimpin kota ini? 

Kondisi riil ini, setidaknya menimbulkan keraguan pada segelintir warga Kota Padang. Hingga penghujung jabatan, kepemimpinan kota ini yang cenderung didominasi satu sosok, yakni sang walikota, bisa dikatakan "baru mampu berbedak tipis". Progress pembangunan yang dihasilkan pola kerja "one man show", nyatanya belum sepadan dengan harapan besar rakyat di kota ini akan kerja nyata. Yakni pembangunan menyeluruh yang tak sekedar berpihak pada kepentingan golongan. 

"Kalau sekedar berbedak tipis, poles sana sini, rasanya siapa saja yang jadi walikota juga bisa. Namun yang perlu sama-sama kita pahami, masyarakat sekarang ini sudah sangat cerdas dan kritis dalam menilai kinerja pemimpin mereka. Masyarakat butuh sesuatu yang riil, bukan retorika. Kerja nyata, bukan sekedar pencitraan, propaganda dan sejenisnya," ungkap Hendra, warga Kelurahan Alai Parak Kopi (APK), Kecamatan Padang Utara, Selasa (29/5/2018), ketika dimintai pendapat dan harapannya terkait Kota Padang yang tak lama lagi memasuki fase suksesi kepemimpinan melalui Pilkada Serentak Juni 2018 mendatang. 

Persoalan banjir dan buruknya pekerjaan drainase, kemudian masih terdapatnya kawasan-kawasan kantong kemiskinan, masih acap terabaikannya hak-hak warga miskin atas pelayanan kesehatan dan fasilitas pendidikan yang layak, menjadi bukti konkrit bahwa apa yang diperbuat oleh Walikota Padang satu periode ke belakang tak lebih dari sekedar "berbedak tipis". Sementara pada sisi lain, keberadaan wakil walikota yang seyogianya bisa berperan sebagai partner untuk saling sharing atau diskusi, cenderung tenggelam. 

"Pada Pilkada kali ini warga Kota Padang hanya dihadapkan pada dua pilihan. Nah, menilik realita yang ada, setelah sama-sama merasakan sendiri ekses-ekses dari pola kepemimpinan yang cenderung "one man show" dan terkesan lebih fokus pencitraan, kami selaku warga tak ingin lagi membeli kucing dalam karung. Ketimbang kecewa kedua kalinya oleh pilihan lain yang bikin sangsi, kami beserta segenap keluarga, sanak dan kerabat sepakat untuk mempercayakan kepemimpinan Kota Padang kepada pasangan calon nomor urut 1 Pilkada Padang tahun 2018, yakni sosok pamong senior Emzalmi dan profesional teruji, Desri Ayunda!," papar Hendra bersemangat. 
    
(ede)



 


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera