Pendidikan

Pendidikan

Haidir Ilham, SE: Pimpin Kota Padang, Emzalmi - Desri Ayunda Diharapkan Fokus Kawal Belanja Pendidikan dan Kesehatan



PADANG -- Anggaran pendidikan dan kesehatan dari tahun ke tahun meningkat dan membesar, sehingga harus dibuat semakin fokus agar tepat sasaran. Bertolak dari fakta ini, pemimpin Kota Padang ke depan diharapkan fokus mengawal belanja pendidikan dan kesehatan sehingga betul-betul bisa tepat sasaran. 

"Harapan ini tertumpah kepada pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut 1 pada Pilkada Padang, Emzalmi dan Desri Ayunda, selaku sosok yang kami yakini mampu mengawal sekaligus menyukseskan program pemerintah pusat di Kota Padang, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan," ujar Haidir Ilham, SE, warga Kelurahan Anduring, Kecamatan Padang Timur, dalam sebuah wawancara terkait suksesi kepemimpinan Kota Padang, di kediamannya, Selasa (29/5/2018) malam. 

Menurut Ade, demikian ia akrab disapa, sepanjang program besutan pemerintah pusat itu bermanfaat bagi masyarakat ekonomi lemah, why not!? Mustinya pemerintah daerah kooperatif dan "legowo", ikut fokus dan proaktif mensukseskan program tersebut. Jangan sampai, anggaran semakin meningkat, tapi hasilnya tidak atau belum maksimal. 

"Seyogianya, kepala daerah bersikap pro rakyat, tidak semata terpaku pada sikap ego ketika orientasi politik mereka berseberangan dengan pemerintah pusat. Yang dirugikan oleh sikap blunder ini, siapa lagi kalau bukan rakyat yang mereka pimpin? Yakni masyarakat miskin yang merasakan bahwa pendidikan dan kesehatan sangat jauh dari jangkauan dan teramat mahal harganya," ulas pemuda berdarah Koto Anau Solok tersebut. 

Lucunya, lanjut Ade, ego politik sang kepala daerah berikut jajaran tidak pula dibarengi program-program menyentuh di dua sektor krusial ini, sehingga rakyat yang mereka pimpin gelagapan sendiri tanpa adanya tuntunan apalagi solusi. Yang terjadi justru indikasi pembiaran ketika oknum-oknum pengelola sekolah negeri menyelewengkan penggunaan dana BOS dan DAK, lalu oknum aparatur tingkat kecamatan hingga kelurahan dengan entengnya menjawab bahwa selaku bagian dari pemerintah daerah mereka sekedar memfasilitasi pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat ke masyarakat penerima manfaat. 

Fenomena ini menurut Ade juga berlangsung di pada satu periode terakhir kepemimpinan Kota Padang, sehingga tidaklah heran jika hingga detik ini, masih banyak warga miskin kota ini yang belum mengantongi KIS, sementara kartu BPJS mereka sudah keburu ditarik pihak kelurahan. Beban berat terpaksa dipikul masyarakat ekonomi lemah, mengingat biaya berobat sebagai pasien umum di rumah sakit maupun klinik dewasa ini rata-rata mencekik leher! 

Selaku warga Kota Padang, Ade berharap bahwa dua sektor krusial tersebut (pendidikan dan kesehatan) benar-benar menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, khususnya duet Emzalmi - Desri Ayunda yang nantinya diharapkan memegang tampuk pemerintahan Kota Padang.  

"Dana pendidikan hendaknya betul-betul digunakan efektif untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, serta menekankan akses siswa, terutama siswa dari keluarga miskin betul-betul memperoleh pendidikan dan diprioritaskan," harapnya. 

"Pada era kompetisi antarnegara saat ini kita memerlukan sumber daya manusia yang bukan hanya sehat, tapi juga SDM yang cerdas yang produktif dan memiliki karakter," imbuhnya. Untuk itu ia berharap, Kartu Indonesia Pintar (KIP) betul-betul dikawal pendistribusiannya oleh pemerintah daerah, sehingga menjangkau siswa-siswa miskin dan tepat sasaran.

Pada sektor kesehatan, anak muda yang juga pengurus DPD KNPI Sumbar ini berharap kepada duet Emzalmi - Desri Ayunda agar benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar masyarakat maupun pelayanan kesehatan rujukan.

Ditambahkan Ade, paradigma program kesehatan hendaknya tak semata berorientasi pada kuratif atau mengobati yang sakit saja. Namun, juga melakukan edukasi dan pembudayaan hidup sehat di kalangan masyarakat.

"Mengenai pendidikan dan kesehatan yang paling penting menurut saya adalah merombak, memperbaiki, strategi pembiayaan, strategi anggaran sehingga betul-betul bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat," imbuh Ade. 

(ede)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera