Pendidikan

Pendidikan

Emzalmi: Umat muslim jangan pernah takut sisihkan rezeki bangun rumah Allah


PADANG -- Salah satu tugas kaum muslim untuk meningkatkan syiar Islam adalah dengan cara  membangun dan memakmurkan rumah ibadah. Caranya tentu dengan melakukan kegiatan di dalamnya, sesuai firman Allah SWT dalam surat at-Taubah ayat 18.

"Kita sebagai seorang muslim agar jangan pernah takut untuk menyisihkan sebahagian rezeki yang kita dapatkan untuk disumbangkan dalam pembangunan rumah Allah. Sebab, menyumbang untuk pembangunan rumah ibadah ataupun perbuatan baik yang kita lakukan tidak akan membuat kita menjadi miskin atau kehabisan sebahagian dari harta yang Allah titipkan kepada kita," ujar Wakil Walikota Padang non aktif, Emzalmi,  dalam kesempatan tatap muka dengan jamaah dan pengurus Mushalla Nurul Jannah di Kampung Jambak RW.XX Pengambiran Ampalu Kecamatan Lubuak Bagaluang Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (29/4/2018) lalu. 

Emzalmi mengingatkan kepada seluruh umat Islam agar lebih memaknai keberadaan mushalla dan masjid sebagai benteng moral masyarakat. Untuk itu, masjid dan mushalla harus dijadikan tempat untuk menentukan kemajuan suatau bangsa serta pusat pembinaan umat, selain tempat beribadah umat muslim.

"Mushalla dan masjid juga dapat kita manfaatkan sebagai wadah pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang mungkin akan menghasilkan generasi penerus bangsa berjiwa ke islaman yang tinggi," ujarnya

Dalam kesempatan tersebut, turut hair bersama Emzalmi, mantan Walikota Padang Fauzi Bahar, RT/RW, LPM, tokoh masyarakat, bundo kanduang dan pemuda pemudi setempat. 

Pengurus Mushalla Nurul Jannah, Ade Pratama mengatakan, keberadaan Mushalla Nurul Jannah sangat penting bagi warga di daerah tersebut. Sebab, suatu kampung di Minangkabau mestinya memiliki rumah ibadah, sebagai tempat syiarnya Islam dan beribadah bagi warga. 

"Alhamdulillah, berkat kesadaran kita semua, kaum Suku Jambak Kampung Ampalu RW 20 ini mewakafkan  sebagian tanah pusakanya untuk didirikan mushalla yang dimotori oleh keturunan Suku Jambak itu sendiri. Mushalla ini berukuran 13 x 14 Meter. Allamdulah itikad baik kaum Suku Jambak tersebut mendapat respon yang positif dari warga sekitar," ujarnya.

Ia mengatakan, disamping untuk salat berjamaah, apalagi Ramadan akan menjelang, mushalla ini juga akan berfungsi sebagai tempat mendidik anak-anak tulis baca al Quran. Dan dalam jangka panjang keberadaan mushalla ini akan dikembangkan menjadi mesjid.

Mantan Walikota Padang dua periode, Fauzi Bahar, mengapresiasi warga yang telah berinisiatif mendirikan mushalla tersebut. Ia merasa bangga dengan kaum Suku Jambak, karena telah mewakafkan tanah mereka dan menyumbangkan sekira 300 meter tanah untuk jalan menuju ke Mushalla Nurul Jannah. 

"Dari sini akan kita tumbuhkan generasi anak-anak menjadi hafis al-Quran. Dulu, ketika saya masih menjabat Walikota Padang 2 Periode, ada Asmaul Husna, tapi saat ini mati suri. Dulu pelaksanaan pesantren Ramadan satu bulan, sekarang hanya satu minggu," ujarnya. 

Ia mengaku miris dengan kondisi keberagamaan di Kota Padang. Untuk itu, ia berharap kedepan program Asmaul Husna dihidupkan  kembali dan pelaksanaan pesantren Ramadan dikembalikan 1 bulan penuh. 

"Harapan saya, dan mungkin kita semua tertumpang kepada Pak Emzalmi dan Pak Desri Ayunda," ujar sosok di awal debut sebagai Walikota Padang pernah mendobrak togel serta mewajibkan siswa siswi berbusana muslim. 

(yhy/ede)




AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera