Pendidikan

Pendidikan

KPB Beserta 7 Pimpinan Parpol di Dalamnya Kommit Pilih Emzalmi - Desri Ayunda


PADANG -- Ketua Koalisi Padang Bersatu (KPB), Wahyu Iramana Putra, menegaskan, Kota Padang tidak butuh pemimpin yang sibuk dengan pencitraan.

Untuk itu, katanya, KPB selaku gabungan tujuh partai politik pengusung pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda, berkomitmen memenangkan pasangan calon nomor urut 1, Emzalmi dan Desri Ayunda di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018.

Dikatakannya, untuk mencapai tekad tersebut, Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda harus solid sampai ke akar rumput. Secara harfiah, relawan bukan hanya untuk sosialisasi tetapi juga untuk mengawal jalannya hari pemungutan suara.

"Kita tidak suka bermain curang, tetapi kita jangan coba-coba untuk dicurangi," tegasnya di hadapan ratusan Relawan Pemenangan Emzalmi dan Desri Ayunda Kecamatan Pauh di Kelurahan Pisang, Minggu (29/4/2018).

Emzalmi dan Desri Ayunda, kata Wahyu, telah membuktikan mampu merangkul semua kalangan. Bukti itu adalah dukungan dari tujuh partai politik besar kepada keduanya di Pilkada 27 Juni 2018. 

"Kami, pimpinan partai politik telah berkomitmen menjatuhkan pandangan politik kepada pasangan Emzalmi dan Desri, karena kami dari partai politik percaya kepada sosok Emzalmi dan Desri Ayunda untuk memimpin kota ini dengan berkeadilan," pungkasnya. 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini menjelaskan, Komisi IV DPRD Kota Padang saat ini sedang menyoroti kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang. Sebab, DPRD meragukan transparansi pengelolaan dana umat tersebut.

"Makanya saya katakan, kita tidak butuh pemimpin yang sibuk pencitraan, tapi melanggar aturan yang ada. Malah mengangkangi Perda," tegasnya. 

Sementara itu, Desri Ayunda mengajak Relawan Emzalmi dan Desri Ayunda untuk berjuang di tengah-tengah masyarakat dengan penuh kesantunan dan beradab. 

"Emzalmi dan Desri bertekad meluruskan kesenjangan sosial di tengah masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini. Soal Baznas, nantinya kita serahkan kepada yang ahli di bidang agama," ujarnya. 

Menurutnya, pasangan Emzalmi dan Desri tidak mengumbar janji kepada masyarakat, tetapi membawa program untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota maju, religius dan mandani berbasis pendidikan, pariwisata dan perdagangan.

Dedi Azhari, salah seorang relawan Pauh mengatakan, warga Pauh ramai-ramai bergabung ke tim relawan karena menginginkan suatu perubahan di daerah Padang Pinggiran Kota (Papiko) yang selama ini tertinggal di bidang pembangunan. 

"Ini dari hati nurani kami, kami ingin perubahan, bukan janji politik. Kami ingin meluruskan kepada masyarakat Kota Padang bahwa pembagunan di Kota Padang  ini juga andil putra Pauh IX, Pak Emzalmi," pungkasnya.

Emzalmi, jelasnya, adalah tokoh birokrat yang sudah berpengalaman dan mengerti tentang Kota Padang ini. Sedangkan Desri Ayunda adalah sosok profesional, yang paham soal penataan ekonomi. Desri dikenal sebagai salah seorang motor yang mempertahankan Semen Padang dari cengkaraman pihak asing.

"Kita butuh pemimpin yang bisa menjalinkan raso jo pareso. Kami punya harapan besar kepada pasangan ini," urainya.

(rel/yhy/ede)




AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera