Pendidikan

Pendidikan

Tolak Uang Nazar, Kapolsek Muara Gembong 'Diadukan' ke Kapolri


JAKARTA -- Suyanto (60), merasa kaget ketika nazarnya untuk memberikan sejumlah uang kepada polisi yang menemukan motornya ternyata ditolak Kapolsek Muara Gembong AKP Somantri. Yanto, sapaan Suyanto, akhirnya 'menyurati' Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Mengapa?

Motor Honda CBR milik warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor itu hilang sekitar 10 bulan lalu. Setelah lama berlalu, Yanto tiba-tiba mendengar kabar mengejutkan dari pemilik pertama motor tersebut.

"Jadi kan saya beli motor itu belum balik nama. Awalnya polisi menghubungi pemilik pertama, kemudian nomor saya dikasih ke polisi Polsek Muara Gembong, selanjutnya saya dihubungi sama Polsek Muara Gembong bahwa motornya ditemukan," terang Yanto, Senin (15/1/2018) malam.

Singkat cerita, setelah janjian dengan AKP Somantri, Yanto kemudian meluncur ke Polsek Muara Gembong pada Sabtu (13/1/2018) dengan menempuh perjalanan sejauh 65 km. Dengan perasaan gembira, Yanto pun kemudian berniat memberikan uang kepada polisi karena sudah bernazar sebelumnya.

"Saya itu sudah punya nazar, kalau ketemu saya mau kasih lah begitu. Namanya nazar kan nggak apa-apa toh, kan wajar saja," imbuhnya.

Setibanya di Polsek Muara Gembong, Yanto pun menyampaikan apresiasinya kepada Kapolsek dan jajarannya. Namun, Yanto kaget ketika uang nazarnya yang hendak diberikan ditolak Somantri.

"Iya kayak orang mau ngurus surat-surat dilempar sana-sini, nggak diterima (uang nazarnya itu)," ucapnya.

Melihat pelayanan tulus Kapolsek itu, Yanto pun terenyuh. "Saya terharu, katanya banyak polisi miring, ternyata saya menemukan polisi luar biasa," ucapnya.

Karena uang nazar itu ditolak Somantri, Yanto tidak berhenti di situ saja. Ia teringat punya teman bernama Teddy yang dekat dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kepada Tedy, Yanto menitipkan 'surat' yang menceritakan pengalamannya bertemu dengan Somantri yang begitu tulus.

"Sampai saya cari teman saya yang berteman pak Tito waktu SMA di Palembang, namanya Pak Teddy itu. Dulu pernah satu kantor (dengan Teddy), saya tahu banget Teddy berteman dengan Kapolri karena waktu sekantor sama saya suka cerita teman saya itu," paparnya.

Yanto kemudian menuliskan kisahnya itu kepada Teddy. Maksud Yanto, ia ingin agar pengalamannya itu disampaikan Teddy kepada Kapolri agar diketahui masih ada polisi jujur seperti Somantri.

'Surat' dari Yanto itu pun sampai ke Kapolri. Kapolri kemudian meneruskannya ke Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis untuk mengecek informasi tersebut.

Idham kemudian memanggil Somantri ke Polda Metro Jaya pada Senin (15/1/2018) siang. Mantan Kadensus 88 Polri itu ingin mendengar langsung cerita tersebut dari Somantri. Setelah mendengar penjelasan Somantri, Idham pun menyampaikan apresiasinya.

"Saya sangat senang sekali kalau ini diketahui pimpinannya. Alhmadulillah kalau ternyata beliau (Kapolsek) diapresiasi sama pimpinannya, itu pun saya sudah senang, karena nazar pun tidak dia terima. Setidaknya perbuatan baiknya ini diketahui pimpinannya, bahwa ada polisi yang jujur, tidak semuanya negatif," tuturnya. 

(dtc/mei/jbr)





AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera