Pendidikan

Pendidikan

Polisi buru Danil, terduga penganiaya Kanit Reskrim di Padang

PADANG -- Ipda Syafwal, Kanit Reskrim Polsek Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, dikeroyok massa saat menangkap pelaku penganiayaan. Dia bersama dua anggotanya, Bripka Jumadi Rais dan Brigadir Yongki Syahputra diteriaki maling oleh seseorang hingga mengundang kerumunan massa.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Wak Ketok Koto Parak RT 002 RW 002 Kanangan, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu pagi (7/1) pukul 02.30 WIB. Diketahui, di tempat kejadian peristiwa (TKP) sedang berlangsung acara musik pesta pernikahan.

Syafwal menceritakan, massa tiba-tiba mengeroyok saat salah satu dari mereka berteriak maling. Dia mendapat luka parah di kepala. Syafwal sempat memberi tembakan peringatan ke atas saat melarikan ke pesawahan, namun massa tidak menghiraukan dan terus mengejar.

"Siapa yang menyoraki maling saya tidak tahu, karena massa sangat banyak. Sedangkan pelaku penganiayaan (Danil) yang akan ditangkap malam itu, ini sudah DPO kita," terangnya.

Hingga kini kasus pengeroyokan diselidiki Polresta Padang. Sementara Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz saat dikonfirmasi mengaku sedang video conference di Mapolda Sumatera Barat.

Hingga Senin (8/1) pagi, beberapa rekan seprofesi di instansi Polri silih berganti membesuk Syafwal di Semen Padang Hospital (SPH). Di ruangan VIP Lantai lima wing barat SPH kamar nomor 504 Saphire, Syafwal mendapat perawatan.
Syafwal telah menjalani operasi di bagian kepala. Meski masih terbaring lemah, kondisi Syafwal mulai membaik dan sudah sadarkan diri dan bisa diajak berkomunikasi.

"Kemarin pagi Pak Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Bayu Wisnumurti juga sudah datang membesuk saya," katanya.

[mdk/cob/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera