Pendidikan

Pendidikan

Elek Yo Band, cara seru para menteri Jokowi jaga kekompakan dengan bermusik

JAKARTA -- Sejumlah menteri Jokowi tampil bernyanyi di acara resepsi pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Sabtu (30/12) lalu. Ada Menteri PUPR, Basuki, Menaker Hanif Dhakiri, Menhub Budi Karya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan, hingga dua srikandi Menkeu Sri Mulyani dan Menlu Retno Marsudi.

Band itu diberi nama Elek Yo Band. Mereka membawakan ragam jenis lagu, mulai dari tembang lawas hingga kekinian yang akrab di telinga.

Menaker Hanif Dhakiri menceritakan persiapan 'konser' band para menteri untuk penampilan hari itu. Sebelum tampil, personel Elek Yo Band melakukan latihan selama tiga kali.

"Kita latihan dua kali plus gladi resiknya sekali. Jadi totalnya tiga kali. Dua kali di Jakarta, satu kalinya di Yogya," jelas Hanif di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/1/2017).

Latihan pertama dilakukan seusai menghadiri rapat terbatas tentang Tindak Lanjut Program Dana Abadi Pendidikan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/12). Latihan dilakukan di sebuah studio musik di Jakarta pukul 21.00 WIB.

"Selesai rapat terbatas itu sudah sekitar jam 7 malam. Nah habis selesai rapat kita itu langsung ke sini (studio)," ujarnya.
Sebetulnya, keberanian Elek Yo Band tampil di acara resepsi itu berawal dari permintaan Pratikno. Pratikno menginginkan grup band menteri Kabinet Kerja 'konser' di resepsi pernikahan putrinya.

Saat latihan, ada lima lagu yang disiapkan untuk menghibur kedua mempelai, keluarga, dan tamu undangan. Yakni lagu 'Balikin' dan 'Ku Tak Bisa' dari Slank, lagu 'Rumah Kita' dari grup rock Godbless, 'Bento' dari Iwan Fals, dan lagu 'Terajana'. Namun, yang berhasil ditampilkan hanya empat lagu selain Terajana.

"Sebenarnya Bu Menlu mau nyanyi Terajana, lagu dangdut tapi karena keburu dipanggil untuk foto enggak jadi," kata Hanif.

"Lagu Balikin sama Bento, itu beliau (Presiden Jokowi) yang minta (untuk dinyanyikan)," sambungnya.

Pascakonser itu, ternyata ada sejumlah stasiun televisi yang meminta kesediaan Elek Yo Band untuk tampil. Namun, belum ada keputusan apakah menerima atau menolak tawaran. Sebab, para personel masih menunggu arahan dari manager Elek Yo Band yaitu Presiden Joko Widodo.

"Kita tergantung manajernya saja. Manajernya Presiden," ungkap Hanif sembari tertawa.

Sejauh ini, Elek Yo Band belum memasang tarif jika ada pihak yang mengundang mereka untuk konser. Tapi rencananya mereka akan memasang tarif tinggi sehingga tidak banyak yang mampu mengundang mereka. Jika memberikan tarif murah, kata Hanif, maka akan banyak pihak yang mengundang Elek Yo Band.

"Kita mahalin saja biar enggak sering-sering diundang. Kalau sering-sering diundang lama-lama enggak kerja," katanya.
Hanif menuturkan, Elek Yo Band ini hanya grup 'iseng-iseng'. Grup ini bisa jadi tempat berkumpul dan menghiburkan diri para menteri kabinet kerja.

"Ini buat seru-seruan saja. Kompak-kompakan saja," ungkap Hanif.

[mdk/lia/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera