Pendidikan

Pendidikan

Disoraki maling saat hendak tangkap penjahat, Kanit Reskrim Pauh malah dikeroyok massa

PADANG -- Hendak menangkap pelaku penganiayaan, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, malah dikira maling oleh warga hingga berujung pengeroyokan. Akibatnya Kanit Reskrim Polsek Pauh berpangkat Inspektur dua (Ipda) bernama Syafwal (37), terpaksa harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit Semen Padang Hospital (SPH) karena mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Wan Ketok Koto Parak RT 002 RW 002 Kanangan, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu pagi (7/1/2018) pukul 02.30 WIB. Diketahui, di tempat kejadian peristiwa (TKP) sedang berlangsung acara musik pesta pernikahan.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat Kanit Reskrim Polsek Pauh memimpin proses penangkapan bersama dua anggotanya Bripka Jumadi Rais (35) dan Brigadir Yongki Syahputra (31) terhadap pelaku penganiayaan. Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku atas nama Danil sedang berada di TKP.

Kanit Reskrim Ipda Syafwal bersama dua anggotanya langsung bergerak ke lokasi keberadaan pelaku di acara musik pesta pernikahan. Pukul 02.00 WIB, ketiga petugas kepolisian tersebut sampai di TKP untuk melakukan penangkapan.

Namun saat penangkapan dilakukan, salah seorang warga di TKP menyoraki Kanit Reskrim bersama anggotanya tersebut sebagai maling. Sontak sorakan itu memancing massa yang ramai mendatangi acara musik pesta pernikahan.

Massa yang terpancing langsung melakukan pengepungan hingga melakukan pengeroyokan terhadap Kanit Reskrim Polsek Pauh. Meski dua anggotanya telah mengaku sebagai polisi dan memberikan tembakan peringatan, massa yang kian tak terkendali tak mengindahkan.

Bripka Jumadi Rais dan Brigadir Yongki Syahputra berhasil berhasil kabur meski terus dikejar massa. Sedangkan Ipda Syafwal dikepung hingga dikeroyok hingga menggunakan kayu. Namun saat pengeroyokan terjadi Kanit Reskrim tersebut berhasil melarikan diri ke area persawahan.

Sedangkan dua anggotanya yang berhasil kabur dan melarikan diri ke Mapolsek Pauh langsung melaporkan kejadian itu kepada anggota lain. Kemudian personel lainnya menyelamatkan Kanit Reskrim yang diketahui telah mengalami luka-luka di bagian tubuhnya hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Wakapolresta Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan, membenarkan peristiwa pengeroyokan terhadap tiga anggotanya tersebut. Hingga kini, pihaknya telah membentuk tim dan melakukan penyelidikan terkait identitas massa yang menjadi pelaku pengeroyokan.

"Untuk jumlahnya berkemungkinan 30 orang dan saat ini masih kita selidiki dan melakukan pengejaran. Sedangkan pelaku penganiayaan (Danil) yang akan ditangkap pada saat itu juga kabur setelah massa melakukan pengeroyokan terhadap anggota," kata Wakapolresta Padang kepada wartawan.

Dijelaskannya, keberadaan pelaku penganiayaan atas nama Danil di pesta musik pernikahan pada saat itu karena memiliki hubungan pertemanan dengan salah satu mempelai. "Kemudian diketahui keberadaannya di sana makanya anggota Polsek Pauh melakukan penangkapan, namun di TKP anggota malah dikatakan maling," cetusnya.

"Sedangkan Kanit Reskrim yang dianiaya menurut informasi yang saya dapat mengalami luka robek pada bagian kepala atas sebelah kiri, luka pada bagian mulut yang menyebabkan beberapa gigi patah hingga ‎memar di sekujur tubuh," sambungnya.

[mdk/dan/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera