Pendidikan

Pendidikan

Biadab! Satu Keluarga Tewas Dibantai dalam Ruko


BANDA ACEH – Satu keluarga keturunan Tionghoa asal Medan, ditemukan tewas dibantai di dalam rumah toko (ruko) di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1/2018) malam. 

Penemuan tiga jasad manusia bersimbah darah tersebut, sontak menggegerkan warga di lorong Tgk Malem, Gampong Mulia, Banda Aceh. Sekejap, tempat kejadian perkara (TKP) disesaki warga setempat.

Satu keluarga yang tewas tersebut terdiri korban Tjie Sun (46), istrinya Minarti (40) dan putranya Callietsong (8) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Informasi warga setempat, menyebutkan, korban, Tjie Sun atau biasa dipanggil "Asun" dikenal sebagai pengusaha makanan ringan. Asun merupakan warga keturunan Tionghoa asal Medan dan telah menetap di Banda Aceh sejak beberapa tahun terakhir.

Informasi lainnya, menyebutkan, penemuan mayat ketiga korban pembunuhan sadis itu baru diketahui setelah kerabat korban di Sumatera Utara, menghubungi salah seorang tetangga Asun. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir handphone korban tidak bisa dihubungi atau tidak aktif.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, kepada awak media membenarkan bahwa penemuan tiga mayat korban pembunuhan itu berdasarkan laporan masyarakat setempat kepada pihak kepolisian. Warga curiga, sejak Sabtu pekan lalu, korban tidak tampak ke luar rumah.

"Warga melaporkan ke polisi karena curiga pintu rumah semua terkunci. Warga juga mencium bau busuk dari dalam rumah. Kita mendapat laporan setelah magrib. Atas laporan itu kita mendobrak pintu dan menemukan mayat korban Asun, istri dan anaknya," kata Saladin.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa ketiga mayat ditemukan di lokasi terpisah. "Jadi korban menyewa dua ruko. Mayat istri dan anak lelaki korban kami temukan di salah satu ruko, sedangkan mayat Asun di ruko lainnya. 

Polisi, sambung Saladin, tengah menyelidiki intensif kasus pembunuhan sadis tersebut. Termasuk mendalami motifnya, apakah perampokan atau motif lainnya.

"Sejauh ini belum ditemukan petunjuk berarti di TKP yang mengarah pada aksi perampokan. Sepeda motor korban tidak ada di tempat, namun dua unit mobilnya masih ada," ungkap Saladin.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, pihaknya menduga pelaku pembunuhan adalah orang dekat. "Kita duga pelakunya orang dekat, paling tidak kenal baik dengan korban. Karena dia mengunci dari luar ruko tersebut," katanya.

Guna kepentingan penyelidikan, petugas kepolisian melakukan olah TKP sekaligus mengidentifikasi keluarga malang korban pembunuhan sadis tersebut. Selepas itu, sekitar pukul 03.30 WIB ketiga korban dievakuasi dan langsung diangkut ambulans untuk selanjutnya diotopsi. 

(bkc/ede)

AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera