Pendidikan

Pendidikan

'Suara hati Jenderal Gatot Nurmantyo'

JAKARTA -- Sudah 36 tahun Gatot Nurmantyo mengabdikan diri pada dunia militer. Kini waktunya dia istirahat. Gatot pensiun pada Maret 2018. Namun dia mengirim sinyal bakal pamit dari dunia militer lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Setelah DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, Gatot akan segera pamitan. Mantan Pangkostrad ini ingin segera menanggalkan jabatannya sebagai pimpinan tertinggi TNI. Alasannya, sudah terpilih Panglima TNI baru dan dia tidak ingin terjadi dualisme kepemimpinan jika masih bertahan sebagai Panglima TNI.

Di akhir-akhir masa pengabdiannya di militer, Gatot menuturkan kisah yang tidak pernah diceritakan. "Saya ini tidak pernah mengalami cuti tahunan selama mengabdi tahun 1982, sampai sekarang," ujar Gatot di Istana Bogor, kemarin.

Sebagai prajurit, tujuh operasi militer telah dijalani. Risikonya, meninggalkan keluarga yang dicintai. Ternyata ada yang mengganjal dan terus diingatnya.

"Anak-anak saya tumbuh berkembang tanpa gendongan saya, sehingga saya merasa berutang kepada keluarga," katanya.

Utang itu menentukan langkah Gatot selepas tak lagi berkecimpung di dunia militer. Gatot sudah memutuskan. Waktunya membayar utang. Seperti kebanyakan orang yang memasuki masa pensiun, dia akan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mengabdikan dirinya pada keluarga.

"Saya membalasnya tidak bisa dengan anak, kan sudah gede-gede. Saya membalasnya dengan cucu. Istilahnya cari muka lah sama anak, bagaimana sih dari anak-anak sampai dewasa, saya kan enggak ngelihat," jelasnya.

Bukan kali ini saja Gatot mengutarakan niatnya 'kembali' ke keluarga. Saat perayaan HUT TNI di Cilegon beberapa waktu lalu, Gatot sudah menyatakan keteguhan untuk bersama keluarga.

"Sebagai manusia biasa saya juga ingin berkumpul dengan keluarga dengan anak istri dan cucu saya. Tetapi sebagai prajurit tentu tidak pernah putus pengabdian saya apapun sekecil apapun," kata Gatot usai HUT TNI, Oktober lalu.

Meski nantinya tak menjadi prajurit aktif, Gatot berjanji tetap memegang teguh pengabdian dan sumpah prajurit. Setiap kali negara memanggil, tidak ada kata tak siap. Sekecil apapun bentuknya, Gatot siap mengabdikan diri.

"Apapun yang diminta negara, apapun saya berikan. Tidak akan saya menghindari itu."

Namun Gatot tidak ingin buru-buru menjawab soal bentuk pengabdian diri melalui bidang politik. Termasuk soal kemungkinan bertarung di pemilihan presiden 2019.


[mdk/noe/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera