Pendidikan

Pendidikan

Selain Baju, Geng Motor di Depok Jarah Tukang Gorengan dan Nasi Goreng

DEPOK -- Aksi brutal geng motor di Depok, Jawa Barat tertangkap kamera pengintai. Dalam video tersebut, terlihat keganasan puluhan orang yang menaiki sepeda motor 'mengangkut' kaos dan celana yang dipajang di sebuah toko baju 24 jam.

Toko baju yang hanya dijaga oleh satu orang tampak sunyi. Arus lalu lintas di depannya pun demikian. Namun, tidak berapa lama beberapa sepeda motor berhenti di seberang toko kemudian diikuti puluhan pemuda yang langsung dengan ganas menjarah kaos serta celana dagangan toko tersebut, Minggu (24/12/2017) dini hari.

Dalam hitungan detik, mereka berhasil 'menguras' sebagian isi toko.

Penjaga toko yang hanya seorang diri cuma bisa berlindung. Alih-alih ada pelaku yang membawa senjata tajam atau api.

Rekaman CCTV itu menjadi viral. Usut punya usut toko tersebut bernama 'Toko Fernando' yang berlokasi di Jalan Sentosa Raya, Mekarjaya Sukamajaya, Depok, Jawa Barat.

Polisi bergerak setelah menerima laporan ini kemarin pada pukul 09.30 Wib. Kejadian sendiri terjadi pukul 04.30 Wib. Pencarian pelaku dipimpin oleh Kasat Reskrim Kompol Putu Kholis Aryana. "Hasilnya telah mengamankan 24 orang remaja," katanya, Senin (25/12/2017).

"Penangkapan dilakukan di kontrakan di wilayah Pitara Pancoran Mas sebanyak 17 orang," tambahnya.

Selang beberapa saat, dua pelaku lagi diamankan. Total 26 orang yang diciduk. Yang mengejutkan, terselip satu perempuan di dalam geng motor itu.

Perannya, kata Putu, yakni untuk menarik anggota baru masuk ke dalam. Anggota perempuan itu akan selalu melekat, terutama saat trek-trekan di jalan. Namun, jika tawuran, anggota perempuan tidak diizinkan ikut.

Untuk motif menjarah toko baju, Putu menjelaskan, aksi itu hanya iseng belaka.

Mereka hanya melihat adanya kesempatan dimana mereka melewati jalan yang sepi saat berkonvoi.

"Mereka melihat kesempatan saja, karena saat itu mereka sedang berkonvoi," tuturnya.

"Di situ kan jalanan sepi, kebetulan cuma toko itu saja yang buka, lampunya terang, pakaiannya bagus-bagus. Melihat ada kesempatan, mereka mendekat kemudian mengambil celana jins, kaos, dan jaket di toko tersebut," ungkapnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti. Antara lain enam sepeda motor, barang hasil curian dan senjata tajam. "Kami amankan motor dan senjata tajam. Hasil curian yang diamankan berupa jaket, celana dan kaos berjumlah puluhan," ujarnya.

Setelah diperiksa secara intensif, ke-26 pelaku dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Empat di antaranya positif narkotika.

Selain baju, geng motor di Depok jarah tukang gorengan dan nasi goreng

Geng motor di Kota Depok yang menjarah toko pakaian di Jalan Sentosa Raya, Depok Jawa Barat telah lima kali melancarkan aksinya. Dalam lima kali aksinya, komplotan remaja itu sempat menjarah tukang gorengan dan juga nasi goreng.

"Dia tidak hanya jarah pakaian saja tetapi dia juga jarah tukang jualan gorengan, nasi goreng di pinggir jalan juga ada dia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/12).

Selain itu, geng motor yang terbagi menjadi tiga kelompok ini juga sempat menjarah beberapa warung di beberapa aksinya. Hal itu juga masih terus di dalami oleh Kepolisian.

"Ada juga di warung-warung dia serbu ada juga, itu sedang kita dalami. Ada lima kejadian kalau enggak salah diidentifikasi di situ," ujarnya.

Sejauh ini polisi menduga bahwa geng motor ini menjarah warung dan tukang makanan untuk memenuhi kebutuhan pakannya. Polisi juga sempat melakukan pemeriksaan terkait penggunaan narkoba.

Empat dari 26 orang yang diamankan positif menggunakan obat terlarang. Serta satu dari empat orang yang positif telah ditahan oleh polisi.

"Dari 26 itu dicek ada yang empat orang positif. Ada yang gunakan sabu, ganja dari hasil tes urine. Yang positif kita tahan ada satu," ungkapnya.

Dari kasus penjarahan geng motor tersebut pihak kepolisian telah menetapkan delapan tersangka lima di antaranya adalah anak di bawah umur.

"Kemarin dari delapan orang ada lima orang yang umur 16 dan 17 tahun yang melakukan di Depok kemarin. Yang 3 orang itu sudah dewasa," tuturnya.

Untuk diketahui, geng motor yang menjarah toko baju di Jl Sentosa Raya, Depok, Jawa Barat, pada Minggu dini hari ini ternyata sudah lima kali melakukan tindakan kriminal. Sebelum melancarkan aksinya di Jl Sentosa, mereka sudah membuat ulah di kawasan Sawangan dan Limo, Depok.

"Di Sawangan mereka beraksi Kamis malam. Kemudian berlanjut di Jumat dinihari di Limo. Pada Minggu dinihari baru mereka beraksi di Sukmajaya," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana, Selasa (26/12). [eko]


[mdk/rhm/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera