Pendidikan

Pendidikan

Penghina Istrinya Telah Ditangkap, Marsekal Hadi Tetap Akan Ajak Ngopi Bareng

JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri, telah menangkap Siti Sundari Daranila (51) perempuan asal Sumatera Barat, penghina Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sundari ditangkap di Jalan Pasar Gelombang No. 82 Nagari Kayu tanang, Kecamatan 2X11 Kayu Tanang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, pada Jumat (15/12).

Menanggapi hal tersebut, Marsekal Hadi menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polri. Dirinya ingin agar polisi tetap melakukan proses hukum yang berlaku terhadap Sundari yang sudah melakukan penghinaan terhadap dirinya dan keluarganya.

"Terima kasih, terkait masalah penghinaan ya itu memang pada waktu itu ditangkap oleh patroli kepolisian dan sudah ada barang buktinya di sana, tentunya proses hukum tetap berlangsung," katanya usai mengikuti upacara apel persiapan Operasi Lilin 2017 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Terkait soal dirinya yang sebelumnya pernah mengucapkan akan mengajak ngopi bareng penghina keluarganya itu, Hadi tetap akan merealisasikannya. Namun, hal itu akan dilakukan setelah Sundari menjalani proses hukum.

"Urusan nanti mau ngopi bareng setelah proses hukum ini selesai, jadi kita hargailah proses hukum ini yang sedang berjalan. Makasih," tandasnya.

Sebelumnya, baru empat hari resmi menjabat sebagai Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto langsung banyak diserang oleh beberapa netizen dengan isu yang tak mengenakan di media sosial. Salah satu isunya bahwa Hadi memiliki istri berdarah Tionghoa.

Menanggapi hal tersebut, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini menegaskan bahwa istrinya itu yang bernama Nanik Istumawati merupakan keturunan dari Jawa asli dan tak mempunyai keturunan Tionghoa.

"Asli Singosari kok, makannya mulai nasi, jagung, bapaknya Sujatiwiroatmodjo. Ibunya Arbaiah, dimana itu (Chinanya)," kata Hadi di ruang hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/12).

[mdk/fik/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera