Pendidikan

Pendidikan

Mengingat kembali janji kampanye Anies tak menggusur warga Jakarta

JAKARTA -- Banjir yang merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta membuat Gubernur Anies Baswedan turun langsung untuk memantau sekaligus mencari akar permasalahan penyebab banjir. Salah satunya di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada Senin (11/12), 23 warga di kawasan ini mengungsi di musala karena rumahnya terendam banjir. Penyebab banjir ialah jebolnya tanggul sungai.

Di pinggir sungai tersebut terdapat beberapa bangunan rumah warga. Sebagai salah satu solusi jangka panjang menangani banjir, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan rencananya membongkar rumah warga tersebut. Sebab, jika tak dibongkar, banjir akan selalu terjadi. Sungai juga tertutup karena di bagian atasnya dibangun rumah.

Saat menginspeksi tanggul di Jati Padang Anies bertemu warga yang rumahnya tepat di pinggir sungai. Kepada warga dia menyampaikan keinginannya melakukan pembongkaran. Dia menjelaskan pada warga, jika tak dibongkar, keberadaan bangunan itu menghalangi aliran sungai dan menyebabkan banjir.

"Saya bicara kalau kita harus perbaiki ini. Ibu harus geser, tidak mungkin tidak karena rumahnya ibu sudah menghalangi aliran sungai dan saya bilang pada beliau ini bukan soal melanggar aturan tapi ibu tega tidak melihat tetangga pada kebanjiran seperti itu," ujar Anies, Rabu (13/12/2017).

Karena keberadaan rumah di pinggir sungai itu, warga yang lain selalu kebanjiran. Menurut Anies, warga yang tinggal di pinggir sungai sepakat untuk dibongkar. Mantan Mendikbud ini mengatakan, langkah itu perlu diambil demi menyelamatkan warga agar tidak sengsara terus menerus setiap musim hujan tiba.

Dalam waktu dekat ia akan memanggil Wali Kota Jakarta Selatan, camat dan lurah membahas pembongkaran ini. Ia juga akan mengajak jajarannya melihat dari dekat satu per satu rumah di pinggir sungai dan berbicara dengan warga.

"Saya akan datangi lagi tempat itu. Dan kita akan memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan aliran sungai di daerah itu," ucapnya.

Sekadar mengingatkan, sejak masa kampanye Pilgub DKI, Anies selalu menolak penggusuran. Redaksi mencatat, berulang kali Anies menegaskan sikapnya menolak segala bentuk penggusuran yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Dan Anies pun berjanji tidak akan melakukan itu. Contohnya saat disampaikan kepada warga di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pada 11 Maret 2017.

"Menggusur itu hanya akan menyebabkan kesengsaraan buat warga. Karena itu saya berkomitmen tidak akan melakukan penggusuran," tutupnya.

Saat bertemu warga di rumah susun (rusun) Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat, Anies juga mendapat banyak keluhan terutama terkait rencana penggusuran. Anies menegaskan bahwa dirinya tidak suka konsep gusur-menggusur. Dia merasa penggusuran selama ini tidak memandang nasib para warga dan diibaratkan seperti barang.

"Saya tidak suka konsep menggusur, kami justru melakukan penataan karena di seluruh dunia bisa ditata, Jakarta saja yang digarisin terus dipindah kayak barang," ungkap Anies, Senin (28/11).

"Ya Allah ini kan manusia bukan barang," tambahnya.

Anies juga membela warga Kampung Akuarium yang digusur pemerintah sebelumnya. Saat itu, menurut Anies, proses gusur menggusur merupakan keputusan warga DKI Jakarta.

"Jadi bukan sekarang saya mengatakan moratorium, itu sejak bulan Oktober dan seruan itu tidak berubah. Keputusan (gusur-menggusur) oleh rakyat. Rakyat yang memutuskan itu," Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Saat bertemu warga di kampung Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1), Anies dihadapkan pada permintaan seorang nenek bernama Rusman. Dia memohon kepada Anies, jika terpilih sebagai gubernur nanti agar tidak menggusur rakyat kecil seperti dirinya. Menanggapi hal tersebut, Anies berjanji tidak akan melakukannya. Jika terpilih sebagai gubernur, yang akan dia lakukan adalah melakukan peremajaan kota.

"Saya tidak akan gusur, Bu. Yang saya akan lakukan adalah peremajaan kota. Jadi nanti tempat tinggal ibu ditata ulang. Sementara proses pembangunan, ibu akan direlokasi ke tempat sementara. Kalau sudah jadi, ibu bisa kembali ke tempat asal lagi," tegas Anies.

Momen lain saat Anies berjanji tidak akan menggusur adalah ketika menyambangi Kampung Magesen, Manggarai, Jakarta Selatan, 9 Oktober 2016. Anies mengatakan sebagian besar warga Magesen menginginkan agar kampungnya tidak digusur. Menanggapi aspirasi warga itu, Anies berjanji akan menghadirkan keadilan di Jakarta, termasuk dalam penataan kota dan penertiban bangunan liar.

"Tadi saya jalan-jalan blusukan di dalam saya tanya ibu bapak pengen apa? Banyak bilang jangan digusur. Kita saya juga sampaikan masalah yang kita hadapi gusur atau tidak tapi kita ingin ada keadilan. Bagaimana keadilan untuk semua," kata Anies di lokasi, Minggu (9/10).

"Saya dengan bang Sandiaga dicalonkan jadi gubernur kami ingin bukan cuma kotanya yang maju tapi rakyatnya bahagia. Mari kita kerjanya maju kotanya bahagia warganya," sambungnya.

[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera