Pendidikan

Pendidikan

Kejayaan Blok G Tanah Abang di era 3 Gubernur DKI

JAKARTA -- Sekitar tahun 2012 lalu, Gubernur DKI Jakarta kala itu, Joko Widodo meresmikan Blok G Pasar Abang. Bangunan lama ini dia pugar lebih cantik dengan harapan masyarakat tetap mau berbelanja ke sana sehingga pedagang yang semula mengeluhkan sepi pembeli bisa berbelanja dengan tenang.

Ragam upaya dilakukan Jokowi, sapaannya, agar Pasar Blok G Tanah Abang bisa memikat pelancong. Mulai dari menyediakan food court, memberikan fasilitas wifi gratis, ATM center hingga mengadakan undian dengan hadiah mobil. Konsep berkelas mal.

Saat itu, Jokowi begitu optimis bangunan yang dia percantik bisa mendatangkan banyak pelanggan. Apalagi, ragam fasilitas penunjang juga telah disediakan agar masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman.

"Usaha Pemda DKI mempromosikan Blok G Tanah Abang, tak akan berhenti pada pola pemerintahan. Ke depan, upaya yang akan dilakukan tidak akan mengandalkan itu. Semua butuh waktu ya," janji Jokowi pada September 2013 silam.

Ide Jokowi membangun Blok G awalnya tak mudah. Banyak sekali yang menolak Blok G untuk dipercantik. Namun Jokowi maju terus dengan idenya.

"Saat ini kita masih dalam proses promosi dengan menggelar acara tiap pekan. Nanti akan ada door prize berupa mobil dan motor untuk pengunjung sebagai promosi. Kemudian nanti ada iklan-iklan lewat radio dan televisi. Cara-cara penanganan seperti ini sudah murni bisnis," ujar pria yang kini menjabat Presiden RI.

Nyatanya membuat Blok G lebih ramai pengunjung tak semudah membalikkan telapak tangan. Berulang kali pedagang yang memiliki kios di Blok G mengeluhkan sepinya pembeli.

"Masak tidak laku kami yang disalahin. Itu bagaimana kemampuan PKL promosi dan menjual produk yang lebih baik," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, selama ini pihak Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya promosi, baik melalui kupon hadiah sampai mobil untuk menarik pembeli. "Padahal kami sudah kasih mobil buat hadiah. Televisi juga. Jadi jangan nyalah-nyalahin kami. Dulu pas daftar mungkin mereka tidak niat dagang. Kalau niat mereka pasti siap bersaing. Mikir bagaimana kalau tidak laku. Bagaimana caranya supaya laku," tegas dia.

Di tengah upaya Jokowi mempercantik kawasan Tanah Abang, mantan Wali Kota Solo itu kemudian disibukkan dengan pencapresannya pada 2014 lalu.

Di era Ahok

Singkat cerita, konsep penataan Blok G Tanah Abang kemudian dilanjutkan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pengamatannya, banyak sekali hal yang perlu diperbaiki agar Blok G menjadi incaran pembeli. Selain kondisi gedung tak layak, buruknya drainase hingga banyak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar gedung membuat pedagang enggan membeli ke dalam. Belum lagi, jika malam hari, banyak PSK yang menjadi Blok G lokasi mangkal.

Sederet permasalahan itulah yang kemudian membuat Ahok memutuskan untuk merobohkan Blok G Pasar Tanah Abang. Niatan itu muncul kira-kira pada April 2015. Saat itu, Ahok sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menang di Pilpres 2014.

"Saya baru bicara sama wali kota Jakarta Pusat. Kita mau benerin saluran Blok G. Kita minta selesai 10 hari," kata Ahok.

Menurutnya, konsep pembangunan pasar tersebut harus diubah. Karena berada di posisi paling belakang, maka Blok G harus dibangun dengan terintegrasi langsung dengan blok lain yang memiliki konsumen lebih banyak. Ahok berdalih bukan bermaksud untuk menghancurkan program unggulan rekan kerjanya Jokowi. Namun, dia ingin mempercanggih program tersebut.

"Bukan karena kita coba-coba enggak ketemu jadi lebih baik disambungkan dengan Blok B dan Blok A," jelasnya.

Sebelum melakukan pembongkaran pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu. "Kalau dibiarkan terus menerus enggak ramai juga percuma. Jadi perlu di-upgrade. Diperbagus lagi," katanya.

Salah satu konsep yang dia pikirkan mantan Bupati Belitung Timur melepas pengelolaan Blok G ke pihak swasta.

"Makanya saya bilang perlu dikaji abis pasarnya enggak ada. Makanya enggak tahu apa bikin sendiri atau join swasta," terang Ahok.

Ahok sempat menggebu-gebu ingin bangunan Blok G dirobohkan. Namun belum lagi rencana tersebut terealisasi, Ahok memutuskan membatalkan. Dalih Ahok kala itu karena mendapat informasi kondisi pasar yang sepi sengaja dibuat pihak tak bertanggung jawab.

Menurut Ahok, dalam pembangunannya Pasar Blok G sendiri melakukan kerja sama dengan pihak swasta. Dalam kontrak kerja sama, mereka menjanjikan akan menyediakan eskalator dan jembatan penghubung.

"Kalau sama swasta ngapain habisin Rp 300 miliar? Ngapain dibangun? Waktu itu saya tanya, 'mana janji kalian mau bikinin eskalator, jembatan penghubung blok A blok B' Kan kami tahu kuncinya supaya tempat itu ramai gimana? Ada jembatan penghubung A ama B. Terus dihubungkan sama stasiun," ungkap Ahok.

Namun janji hanya tinggal janji. Jangankan jembatan penghubung antara blok G ke blok A, jembatan blok B dan stasiun, eskalator saja belum terpasang. Melihat kondisi ini, maka mantan bupati Belitung Timur ini menduga ada yang sengaja membuat pasar untuk relokasi pedagang kaki lima ini sepi.

"Kenapa kamu yang ini enggak mau nyambung? Ya supaya bisa kasih swasta. Alasannya dia sepi ini. Memang sengaja enggak mau nyambung, jembatan ditelatin, udah tender dibatalin," tegasnya.

Di era Anies-Sandi

Dua tahun lebih cerita soal Blok G Tanah Abang tak terdengar. Namun sepekan terakhir, Blok G kembali ramai dibicarakan saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, memutuskan menata kembali kawasan Pasar Tanah Abang.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, tiba-tiba mengatakan segera merobohkan Blok G Pasar Tanah Abang pada tahun 2018. Setelah itu akan dibangun kembali pada tahun yang sama.

"Itu akan dirobohkan karena gedungnya sudah 30 tahun usianya. Cuma di-touch up," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 21 Desember kemarin.

Arief mengungkapkan, saat ini di Blok G terdapat 2.200 kios namun yang terisi hanya 900 pedagang. Sementara Blok G akan dirobohkan PD Pasar Jaya menyiapkan tempat sementara untuk berdagang, lahan tersebut seluas 3.000 m2 dan terletak di belakang Blok G.

Lanjut Arief, Blok G Pasar Tanah Abang yang dibangun ulang rencananya akan dilengkapi 1.500 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Antara Rusun atau Hotel sebenarnya lihat kebutuhannya Nanti. Cuman di awal kita pencernaannya adalah Rusun, jadi bawahnya pasar atasnya. Rusun ya buat menjaga captive income," jelasnya.

Setelah dirobohkan, nantinya akan dibangun jembatan (sky bridge) yang menghubungkan Blok G dengan blok-blok lainnya di Pasar Tanah Abang. Selanjutnya Pemprov DKI merencanakan bahwa di Pasar Blok G akan menjadi tempat pemberhentian moda transportasi berbasis kereta, antara light rail transit (LRT) atau mass rapid transit (MRT).

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan setelah dirobohkan penataan Blok G akan melibatkan Tim OKE OCE

"Kita akan turunkan Tim OKE OCE untuk memastikan Blok G itu akan memiliki keunikan tersendiri dan bisa menarik lebih banyak traffic ke sana. Mungkin kita harus buat co-working space," jelas Sandiaga Uno ditemui di sela memantau kawasan Tanah Abang.

Sandi melanjutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirut PD Pasar Jaya menyikapi keluhan pedagang di Blok G. Ada beberapa masukan atau opsi untuk pengembangan Blok G yaitu dijadikan food court dan tempat berolahraga. Sementara terus dipikirkan seperti apa konsep pembangunan setelahnya, Sandi pun meminta pedagang di Blok G untuk bersabar dulu dengan keadaan sekarang.

"Saya minta teman-teman sabar dulu dan akan kita pantau. Ini secara keseluruhan kita ingin memastikan semua mendapatkan prinsip berkeadilan," jelasnya.

[mdk/lia/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera