Pendidikan

Pendidikan

Kegembiraan Palestina menangkan suara di Majelis Umum PBB soal Yerusalem

PRESIDEN Palestina, Mahmud Abbas, menyambut baik resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendesak agar Amerika Serikat menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebanyak 128 negara mendukung resolusi tersebut.

"Keputusan ini menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina mendapat dukungan dari hukum internasional dan tidak ada keputusan dari pihak manapun yang dapat mengubah kenyataan ini," kata Abbas melalui sebuah pernyataan dari juru bicaranya, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (22/12/2017).

Abbas menambahkan bahwa Yerusalem adalah wilayah yang diduduki oleh Israel berdasarkan hukum internasional. Dia pun akan melanjutkan upaya memperjuangkan Palestina untuk mendapat dukungan tidak hanya dari PBB tetapi juga dari negara lain.

"Kami akan melanjutkan usaha kami di PBB dan semua forum internasional untuk mengakhiri pendudukan dan menciptakan sebuah negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur," tegasnya.

Sidang Majelis Umum PBB dilakukan kemarin setelah Dewan Keamanan PBB mengambil pemungutan suara dari negara anggota. Ada 14 negara yang mendukung agar AS mencabut pengakuan soal status Yerusalem dalam rapat DK PBB Senin lalu tersebut. AS pun memveto rancangan resolusi tersebut.

Dalam sidang Majelis Umum PBB ini, 128 negara mendukung resolusi tersebut sementara sembilan lainnya menolak. Ada 35 negara memutuskan abstain dalam sidang tersebut.

[mdk/did/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera