Pendidikan

Pendidikan

Dubes Palestina: Bagaimana kalau Ibu Kota Meksiko pindah ke New York?

RENCANA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang merupakan bagian negara Palestina menuai reaksi keras dari berbagai belahan dunia. Rencana itu dinilai provokatif dan menghalangi upaya perundingan damai Palestina-Israel yang telah berlangsung selama ini.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun menyampaikan Trump sangat tidak adil dengan rencana ini. Yerusalem adalah bagian dari Palestina. Ia pun mempertanyakan seperti apa reaksi Trump jika misalnya ada yang ingin memindahkan Ibu Kota Meksiko ke salah satu kota di Amerika seperti New York atau San Fransisco.

"Bagaimana kalau Ibu Kota Meksiko atau Kanada dipindah ke New York atau misalnya San Fransisco? Trump sangat tidak adil," ujarnya dalam diskusi publik The Future of Palestine; The Road to Unity, Independence and Peace, Jumat (15/12/2017).

Zuhair menegaskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Palestina. Komunitas internasional juga menolak kebijakan Trump tersebut.

"Semua orang tahu sejarahnya bahwa Palestina adalah milik bangsa Palestina. Tapi mereka mengacuhkan kami. Mereka tak ingin bangsa Palestina hidup bersama," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan Tanah Air dan membela bangsa Palestina. Sejak agresi Israel, kehidupan di Palestina sangat sulit dengan adanya berbagai pembatasan oleh militer Israel. Dalam kesempatan tersebut, Zuhair juga mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dan juga komitmennya membantu Palestina meraih kemerdekaan dari jajahan Israel.

[mdk/cob/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera