Pendidikan

Pendidikan

Dokter RSPAD sudah dihadirkan, Setnov malah minta diperiksa di RSPAD

JAKARTA -- Sidang perdana Setya Novanto sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP belum juga dibuka Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. Sebab, sejak awal Ketua Hakim Yanto bertanya identitasnya, Novanto sesekali mendengar dan terkadang tidak.

Padahal sebelum menuju pengadilan, kesehatan Novanto sudah dipastikan cukup baik dan bisa menjalani persidangan. Bahkan tiga orang dokter yang memeriksanya turut dihadirkan di sidang dan memastikan kondisinya sangat sehat.

Namun Novanto tetap dengan melakukan hal yang sama saat hakim kembali mengonfirmasi soal identitasnya. Sampai akhirnya ada permintaan dari kuasa hukum Novanto bahwa kliennya ingin kesehatannya diperiksa dokter dari RSPAD.

Hakim coba menengahi dengan memutuskan kesehatan Novanto diperiksa kembali di pengadilan. Tiga dokter termasuk satu tambahan dokter dari RSPAD sudah diminta datang dan memeriksa kesehatan Novanto.

Saat dokter dari RSPAD tiba di pengadilan, giliran Novanto menolak diperiksa. Kini dalihnya, dokter yang datang tak sesuai harapan. Dia ingin diperiksa oleh dokter spesialis bukan dokter umum.

"Setelah saya bicara dengan beliau, akhirnya dipertimbangkan itu tidak akan berimbang," ujar kuasa hukum Novanto, Maqdir, Rabu (13/12/2017).

Kemudian, Maqdir berkukuh agar pemeriksaan Setnov dilakukan di RSPAD.

Mendengar alasan Maqdir, Ketua Majelis Hakim Yanto kemudian menegur ketidakseriusan.

"Sudah saya kasih kesempatan pukul 11 sampai hari ini enggak punya ya seperti itu. Memang tidak ada komunikasi, saya minta kirim (dokter) spesialis jangan sampai sudah sini terus ditolak," tegur Hakim Yanto.

Hakim Yanto juga menanyakan kegiatan terdakwa saat istirahat sesi pertama sejak pukul 11.00 WIB hingga 14.40 WIB. Jaksa Penuntut Umum yang diwakili Irene Putri menegaskan saat istirahat, Setya Novanto ikut serta makan siang didampingi tim kuasa hukumnya.

Tiga dokter yang dihadirkan jaksa penuntut umum KPK dari IDI, RSCM, dan KPK pun mengatakan kondisi kesehatan ketua DPR itu sehat.

"Apakah waktu istirahat makan siang tadi terdakwa bisa makan siang?" tanya Hakim Yanto.

"Benar terdakwa juga makan siang dan disaksikan tim penasihat hukum," ujar Jaksa Irene Putri.

Akhirnya majelis hakim kembali men-skors persidangan untuk melakukan musyawarah.

[mdk/lia/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera