Pendidikan

Pendidikan

Deretan aksi kebrutalan geng motor Jepang di Depok

DEPOK -- Geng motor Jembatan Mampang (Jepang) ternyata sudah berulah berulang kali. Mereka tak hanya terlibat tawuran tetapi juga terlibat sejumlah tindak pemerasan dan pencurian dengan kekerasan.

Terakhir, geng ini menjarah toko baju di Sukmajaya. Sebelumnya mereka juga pernah memeras pengendara motor. Motor korban dibawa kabur dan dijual. Mereka juga menjarah warung makan di Limo. Warteg itu buka 24 jam.

"Mereka mendatangi warung dan memeras penjualnya. Termasuk yang sedang makan di sana," kata Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto, Rabu (27/12/2017).

Tak hanya itu, geng ini juga merampas warung kopi. Di sana mereka memeras pengunjung yang sedang duduk. "Mereka meminta HP korban yang ada di warung kopi," paparnya.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Mereka berkonvoi dan bertemu korban di jalanan. "Di tengah jalan mereka bertemu korban dan memaksa untuk menyerahkan uang dan harta korban," beber Kapolres.

Bahkan mereka juga memeras tukang nasi goreng yang baru selesai jualan. Mereka menjarah uang Rp 300 ribu hasil jerih payah tukang nasi goreng. "Mereka juga mengambil tabung elpiji tukang nasi goreng," katanya.

Sampai saat ini ada lima laporan yang diterima pihaknya terkait ulah geng ini. Selain terlibat tindak kriminal, geng ini juga terlibat tawuran.

"Mereka juga melakukan tindakan tawuran. Ini yang berhasil kita identifikasi. Kita masih dalami lagi apakah ada laporan lain atau tidak," katanya.

[mdk/eko/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera