Pendidikan

Pendidikan

Cara Jokowi bongkar rahasia Golkar

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo memenuhi undangan yang disampaikan langsung oleh beberapa perwakilan DPD I Partai Golkar. Jokowi datang membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di JCC, semalam.

Presiden Jokowi tidak sendirian. Dia ditemani Wakil Presiden yang juga mantan Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla. Tampak hadir pula Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Tidak hanya itu, hadir juga Presiden Ke-3 BJ Habibie serta beberapa menteri kabinet kerja Jokowi. Salah satunya adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yassona Laoly dan juga Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Acara Munaslub dibuka dengan peneguhan kembali deklarasi dukungan Golkar untuk Jokowi sebagai calon presiden 2019. "Maka dengan ini Partai Golkar di bawah kepemimpinan ketua umum yang baru, menegaskan kembali pencalonan Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia dalam pemilihan umum tahun 2019," kata Koordinator Kepartaian Kahar Muzakir.

Setelah itu, Ketua Umum Partai Golkar yang baru terpilih, Airlangga Hartarto menyampaikan pidato politiknya di hadapan Jokowi dan tokoh politik nasional lainnya. Dia memuji penampilan Jokowi dan menyamakan dengan filosofi Golkar. Jokowi mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna kombinasi merah dan kuning.

"Kalau warna merah pertanda berani dan keberanian maka warna kuning adalah simbol tanaman padi yang menghidupkan manusia," jelas Airlangga.

Presiden Jokowi didapuk memberikan pidato di hadapan tamu undangan dan kader partai berlambang pohon beringin. Jokowi justru membeberkan penerawangannya dan pemetaan kondisi dalam tubuh Partai Golkar. Dengan gaya guyonnya, Jokowi tak segan menyinggung tokoh politisi senior Golkar yang masih punya pengikut setia dalam partai.

"Saya tahu ada grup besar di Golkar. Ini blak-blakan saya. Ada grupnya Pak Jusuf Kalla, ada. Ada grup besar Pak Aburizal Bakrie, ada. Ada juga grupnya Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Diem-diem tapi ada," kata Jokowi disambut tawa tamu undangan.

Selain kubu Jusuf Kalla, Luhut dan kubu Ical sapaan akrab untuk Aburizal Bakrie, ada juga kubu lainnya yang disebutkan Jokowi yakni kubu Akbar Tandjung dan juga Agung Laksono.

"Ada juga grup besarnya Pak Akbar Tandjung ada semua orang tahu, ada juga grup Pak Agung Laksono dan grup besar lainnya. Yang saya lihat dari jauh yang tadi saya sampaikan," ujarnya.

Meski ada kubu-kubu dalam tubuh partai, Jokowi mengingatkan Golkar harus tetap solid terutama jelang tahun politik. Sebab masalah dalam internal partai politik bisa menimbulkan pengaruh bagi politik nasional. Dia berharap Golkar kembali solid, produktif dan profesional.

Jokowi mengaku sempat cemas dengan kondisi Partai Golkar yang sedang memanas. Namun dia bersyukur bahwa kenyataannya keadaan partai beringin itu tidak terlalu panas. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa prahara di internal Partai Golkar itu akan tidak baik untuk dunia perpolitikan nasional.

"Akhir November bulan lalu, saya sempat was-was. Kabar-kabarnya, ini ada kabar. Entah benar entah tidak, Golkar sempat memanas, Golkar sempat menghangat," kata Jokowi.

Dia juga membocorkan pertemuannya dengan perwakilan DPD I Golkar beberapa waktu lalu. Para Ketua DPD I Golkar ingin bertemu dengannya membahas masalah pergantian ketua umum. Jokowi kembali guyon. Dia mengatakan bahwa ada beberapa Ketua DPD yang mengajaknya berfoto bersama.

"Seluruh ketua DPD minta foto satu-satu. Saya layani. Karena tamu istimewa saya. Ada yang minta selfie, silakan. Saya juga layani," kata Jokowi.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menitipkan pesan agar partai beringin selalu solid dan tidak pecah. "Harus solid. Harus utuh. Pesan saya hanya itu," tambahnya.

Sebagai partai besar di peta politik nasional, Golkar harus solid. Apalagi saingannya tidak main-main. Pesan itu yang disampaikan Jokowi di hadapan pengurus dan kader Golkar. Bahkan, itu disampaikan di depan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pesaing berat Partai Golkar adalah PDIP.

"Menurut saya saingan beratnya Partai Golkar itu paling beratnya hanya dengan PDI Perjuangan," kata Jokowi.

Jokowi juga sempat sedikit berguyon mengenai siapa pesaing PDIP. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak akan bisa menjawab siapa pesaing ketat dari PDIP.

"Saya enggak tahu pesaing PDIP seperti apa saya enggak bisa menjawab karena Ibu Ketum PDIP ada di sini kalau tidak ada mungkin saya bisa jawab," ungkapnya.

[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera