Pendidikan

Pendidikan

Aksi teror masih 'hantui' Indonesia di 2017

JAKARTA -- Aksi teror tak pernah surut sepanjang 2017. Padahal sejumlah terduga teroris dan kelompok bersenjata telah diciduk oleh Polri.

Pertama, pada Senin 27 Februari, bom panci meledak di lapangan terbuka di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung. pelaku diketahui berinisial YC lahir di Purwakarta, Jawa Barat. YC pengantin bom panci di Lapangan Pendawa, Jalan Bima, Kota Bandung itu kesehariannya merupakan pedagang. YC tewas disergap usai meledakkan bom berdaya ledak rendah di lapangan tersebut.

Pelaku melarikan ke kantor kelurahan dan tewas usai terjadi baku tembak dengan petugas Brimob Polda Jabar, sekitar pukul 11.15 WIB tadi. kantor Kelurahan tersebut saat ini masih disterilkan. Garis polisi melintang.

Pelaku yang beraksi pagi hari bersembunyi di kantor kelurahan setelah dikejar-kejar anak SMA. Saat dikepung polisi pelaku sempat membakar ruangan di lantai dua dan kembali melakukan ledakan.

Akhirnya oleh polisi pelaku dilumpuhkan dengan timas panas karena terus melakukan perlawanan. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.

Kedua, Rabu 24 Mei, Teror bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Tiga anggota polisi tewas dan melukai sebelas orang lainnya.

Dari hasil olah TKP diketahui ledakan pertama dilakukan INS untuk memancing keadaan hingga membuat orang-orang berkumpul. Lalu ledakan yang kedua dilakukan oleh AS dengan ledakan yang amat besar hingga tubuhnya hancur.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap sejumlah orang diduga terkait jaringan teror bom bunuh diri di Kampung Melayu. Empat hari setelah aksi teror seorang pria berinisial R alias B asal Rembang, Jawa Tengah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Ketiga, Minggu 12 November Polres Dharmasraya, Sumatera Barat dibakar dua terduga teroris. Tak ada yang tersisa, seluruh ruangan hangus terbakar. Polisi menembak mati dua terduga pelaku lantaran melawan saat ditangkap.

Api terlihat sekira pukul 02.45 WIB, Minggu (12/11). Sumber kebakaran diduga berasal dari ruangan belakang antara Ruang Siwas dengan Ruang Sitipol Polres Dharmasraya.

Kemudian salah satu petugas Damkar melihat dua orang dengan pakaian hitam sambil memegang busur panah. Kemudian personel Polres Dharmasraya mengepung kedua orang tersebut. Namun keduanya melawan dengan melepaskan beberapa busur panah ke arah petugas, sehingga personel Polres Dharmasraya melakukan tembakan peringatan. Pelaku pun ditembak mati.

Terakhir, Sekitar 1.300 orang warga sipil dijadikan sandera oleh KKB di sekitar Kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Tim gabungan Polri TNI pun berhasil memukul mundur KKB dan menyelamatkan sandera.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto menyebut tim evakuasi yang dipimpin Dansat Brimob Papua masuk ke lokasi sekitar pukul 09.30 WIT. Asops Kapolri Irjen Pol M Iriawan dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar ikut dalam tim itu. TNI juga melakukan operasi senyap dalam pembebasan sandera.

[mdk/eko/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera