Pendidikan

Pendidikan

Aksi Bom Bunuh Diri Teroris Sasar Warga Antre Makanan di Nigeria, 13 Tewas

NIGERIA -- Nigeria kembali diguncang peristiwa bom bunuh diri pada Sabtu kemarin, kurang dari dua pekan setelah insiden sama terjadi di sebuah masjid. Dalam kejadian itu, 13 penduduk sedang mengantre makanan di sebuah pasar meregang nyawa.

Insiden itu terjadi di sebuah pasar sedang ramai-ramainya di Kota Biu, berjarak 185 kilometer sebelah timur laut dari Ibu Kota Borno, Negara Bagian Maiduguri. Pelakunya adalah dua perempuan yang turut antre dalam pembagian makanan.

Saksi bernama Muhammad Maliya mengingat betul runutan kejadian itu. Sebab dia adalah salah satu relawan membagikan makanan buat penduduk setempat.

Menurut Maliya, 'pengantin' bom bunuh diri pertama sengaja berada dalam barisan penduduk sedang antre makanan. Mulanya dia tidak curiga.

"Dia terlihat sangat santai. Malah sebelum kejadian saya masih melihat dia makan pisang," kata Maliya.

Maliya melanjutkan, ledakan pertama itu disusul bom bunuh diri oleh pelaku kedua. Selain 13 penduduk tewas, sejumlah orang juga luka-luka.

Hampir dua pekan lalu, seorang 'pengantin' bom bunuh diri juga meledakkan diri di dalam sebuah masjid di Kota Mubi. Kabarnya 50 orang tewas saat itu.

Sampai saat ini belum ada pihak menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa itu. Namun, kuat dugaan kalau hal itu dilakukan oleh kelompok Boko Haram. Mereka dikenal kerap menculik perempuan dan anak-anak, lantas dicuci otak supaya mau menjadi 'pengantin' bom bunuh diri.

Selama delapan tahun sepak terjang mereka di Nigeria, Boko Haram diduga telah membunuh 20 ribu orang dan melukai sejumlah lainnya. Aksi teror mereka juga menyebar ke negara tetangga, sehingga menyebabkan jutaan penduduk mengungsi dan mengalami kelaparan.

[mdk/ary/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera