Pendidikan

Pendidikan

Setya Novanto sering tertidur saat diperiksa KPK

JAKARTA -- Setelah lima jam diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto keluar dari gedung KPK, Selasa (21/11/2017). Novanto didampingi kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi.

Usai pemeriksaan, Novanto tidak berbicara sepatah kata pun. Dia hanya menunduk ketika ditanya awak media. Ketua DPR itu diam seribu bahasa. Fredrich mengatakan kliennya diperiksa lanjutan sebagai tersangka.

Fredrich menceritakan saat Novanto diperiksa penyidik. Kliennya itu masih sering tertidur. Faktor kesehatan jadi alasan.

"Selalu tidur. Waktu diperiksa juga tidur. Iya kan memang dalam hal ini ada gangguan. Ya tanya sama IDI. Kan dia kurang mampu dong kalau sehat," kata Fredrich usai menemani kliennya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Fredrich mengatakan kliennya ditanya soal kondisi kesehatan. Namun, kata dia, Novanto selalu menjawab belum pulih. Dengan demikian pemeriksaan kedua Novanto ditangguhkan menunggu kondisinya sehat.

"Karena setiap pemeriksaan itu pasti akan ditanya. 'Apakah saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Dan bersedih memberikan keterangan?'. Beliau menjawab kesehatan masih terganggu," tambah Fredrich.

Tidak hanya diperiksa sebagai saksi untuk penyidik KPK. Tetapi Novanto juga rencananya bakal diperiksa sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya terkait kecelakaannya di Jalan Permata Berlian, Jakarta Barat. "Ya dia juga diperiksa di Polda," ungkap Fredrich.

Diketahui Setya Novanto resmi ditahan di rutan KPK terhitung pada Minggu (19/11). Dia menggunakan kursi roda saat memasuki gedung KPK. Novanto ditahan 20 hari kedepan di rutan KPK, Jakarta Selatan.

Dalam kasus tersebut, Setya Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ini kali kedua Novanto ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya dia sempat memenangkan praperadilan soal status tersangkanya.


[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera