Pendidikan

Pendidikan

Sembilan Tahun Disiapkan, Buku Kisah Hidup Mahyeldi Diterbitkan

PADANG -- Kisah perjalanan hidup Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo akhirnya dituangkan ke dalam sebuah buku. Buku itu ditulis Ikhwan Wahyudi dan kawan-kawan. Sebuah karya yang menceritakan tentang perjalanan panjang Mahyeldi hingga kini menjadi seorang Walikota.

Buku yang diterbitkan Al Mawardi Prima (AMP) Press ini diberi judul "H. Mahyeldi Ansharullah, Sepenggal Kisah Perjuangan Sang Da'i". Buku dengan tebal 110 halaman ini dilaunching di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Minggu (26/11/2017).

Dalam launching buku itu, Ikhwan Wahyudi menyebut bahwa butuh waktu yang cukup panjang dalam menyiapkan dan menyempurnakan buku tersebut. Buku itu ditulisnya pada tahun 2008 dan selesai pada tahun itu juga.

"Namun dalam perjalanannya ada tambahan muatan untuk memperkuat isi buku ini, sehingga akhirnya bisa terbit tahun ini," ujar penulis yang juga seorang jurnalis itu.

Buku yang ditulis Ikhwan Wahyudi mengisahkan tentang perjuangan orangtua Mahyeldi dalam mendidik anak. Orangtua Mahyeldi yang sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut bisa mendidik anaknya hingga mampu menjadi pemimpin di Kota Padang.

"Dalam buku ini juga diceritakan bagaimana seorang Mahyeldi memotivasi dirinya untuk selalu memberikan yang terbaik," jelas Ikhwan.

Sementara itu, Owner AMP Press, Al Mawardi Prima menuturkan buku ini terbilang istimewa. Karena disiapkan cukup lama, sehingga kandungan buku sangat detail.

"Selama 25 tahun perjalanan penerbit kami, Buku ini begitu istimewa. Buku ini disiapkan selama 9 tahun oleh tim penulis. Dari ribuan buku yang telah kami terbitkan, hanya buku ini yang begitu detail dipersiapkan," akunya.

Walikota Padang dengan rendah hati menuturkan, sebenarnya dirinya tidak ada apa-apanya. Hanya seorang garin masjid yang mencoba menjadi ustadz, belajar dan bekerja lebih giat agar menjadi sukses. Namun kawan-kawan melihat semua itu istimewa.

"Padahal sebenarnya hanya ingin memberikan contoh bagi anak-anak ke depan, bahwa bila kita bersungguh-sungguh, kita pasti bisa," terang Mahyeldi.

Mahyeldi menceritakan, apa yang diraihnya saat ini tak terlepas dari peran besar orangtua. Tidak itu saja. Peran istri juga
sangat berpengaruh besar.

"Selain peran besar orangtua saya yang luar biasa, istri juga berperan besar menjadikan saya seperti ini. Istri saya, yang kami menikah ketika akan masuk tahun ketiga perkuliahan, selalu memberikan dorongan. Saya rasa, tanpa dukungan dan dorongan dari istri, sulit saya untuk bisa menjadi seperti sekarang," pungkas Mahyeldi dengan mata yang berkaca-kaca.


(rel/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera