Pendidikan

Pendidikan

Sejak RI Dipimpin Presiden Jokowi, 5 Barang Ini Harganya Lebih Murah

JAKARTA -- Presiden Jokowi menyindir ketidakadilan yang selama ini terjadi di masyarakat Indonesia. Di mana, salah satunya, masyarakat Papua sudah bertahun-tahun merasakan harga bensin hingga semen yang mahal.

"1,5 Tahun lalu di Wamena saya tanya, saya kaget harga bensin (Rp 60.000) mereka diam saja tidak pernah demo. Kalau di Jawa naik 500 perak, demonya tiga bulan. Naik seribu saja, demonya enam bulan tidak rampung. Di sana Rp 60.000 bertahun-tahun diam orang Papua," ujarnya.

Deputi I Bidang Infrastruktur dan Energi Kantor Staf Presiden, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan Presiden Jokowi mengambil langkah fokus pada pembangunan infrastruktur. Salah satu tujuannya agar biaya hidup masyarakat bisa lebih murah.

Ibu Jhuliet Zuliarti, salah satu pengajar di SD Inpres Mbua di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, harus membayar Rp 15 juta (hampir lima kali dari gaji pokoknya) dari tempat tinggalnya di Wamena untuk menuju tempat mengajar. Hal ini dikarenakan tidak adanya jalan darat dan beliau harus menggunakan pesawat terbang angkut, yang menyisakan kapasitas untuk dua penumpang.

Namun, dengan adanya Jalan Trans-Papua yang dibangun dengan kerja keras Kementerian PUPR dan TNI dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat lokal, membelah bukit dan menembus belantara Papua, Ibu Jhuliet Zuliarti dapat merasakan manfaatnya. Biaya transportasi turun jadi Rp 1 juta dengan kendaraan roda empat.

Kali ini, sumateratime.com akan menjabarkan komoditas apa saja yang mengalami penurunan harga semenjak Presiden Jokowi berkuasa. Selamat membaca.

Harga gas

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan harga gas untuk 3 industri prioritas yakni industri pupuk, petrokimia, serta baja dan logam turun.

Dia memastikan, harga gas untuk ketiga industri ini akan turun di bawah USD 6 per meter kubik (MMbtu) sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 40 tahun 2016 yang mengatur tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Meski begitu, Darmin menambahkan bahwa harga gas untuk sektor industri lainnya, seperti oleokimia, keramik, kaca, ban dan sarung tangan karet, pulp dan kertas, makanan dan minuman, serta tekstil dan alas kaki, dan satu tambahan lainnya adalah satu kawasan industri akan tetap turun tahun depan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengungkapkan pemerintah berencana mengurangi bagian negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di industri hulu gas. Hal ini jadi salah satu rencana untuk menurunkan harga gas.

"Kalau pun turun harga gas, maka komponen yang akan diturunkan adalah bagian pemerintah, baik itu PNBP atau unsur pajak lainnya. Tapi ini domainnya di Kementerian Keuangan," ungkapnya.



bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera