Pendidikan

Pendidikan

Politikus harus belajar dari tiang listrik yang ditabrak Setnov

JAKARTA -- Dalam pekan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kecelakaan Ketua DPR, Setya Novanto. Setnov, mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11/2017) malam. Mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan saat menuju Studio Metro TV di Kedoya Jakarta Barat.

Sebelumnya Setnov diketahui sempat menghilang saat penyidik KPK menggeledah rumahnya dan menjemput paksa dirinya yang kini berstatus tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Banyak spekulasi dan dugaan muncul bahwa kecelakaan itu adalah rekayasa sehingga dia bisa lolos dari proses hukum. Tiang listrik yang ditabrak Fortuner B 1732 ZLO itu kemudian menjadi bahan lelucon dan sindiran dalam berbagai status dan meme yang bertebaran di media sosial.

Tiang tersebut hingga kini masih berdiri tegak di atas trotoar Jalan Permata Berlian. Menurut mantan hakim dan pengamat politik, Asep Iwan Iriawan, seorang politisi harus mencontoh tiang tersebut yang tetap berdiri tegak walaupun dihantam berbagai hal.

Asep mengatakan kejadian mobil menabrak tiang yang heboh beberapa hari terakhir harus jadi pembelajaran.

"Saya pikir bisa jadi pembelajaran. Mudah-mudahan calon politikus yang masih muda, membanggakan, punya integritas, tegar, jujur, punya nilai yang keras walaupun ditabrak mobil dengan begitu kuat, dia akan tetap berdiri," jelasnya di Kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017).

Asep menjadi salah satu penguji atau tim juri panel dalam seleksi bakal calon legislatif yang dijaring DPP PSI. Sekeras apapun hantaman yang menimpa para calon politisi, ia harus tetap berdiri tegak mempertahankan integritasnya.

"Dia tidak bengkok dan itu yang kita inginkan," tambahnya.

Dia pun bangga kepada anak-anak muda yang masih memegang teguh nilai kejujuran dan integritas dalam dirinya. Ia juga mengapresiasi proses penjaringan bakal calon legislatif yang dilakukan PSI. [mdk/ian/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera