Pendidikan

Pendidikan

Cerita Jokowi dan makin banyaknya orang bermarga Siregar

MEDAN -- Pertemuan Presiden Jokowi dengan petani di Serdang Bedagai kerap dihiasi canda tawa. Salah satunya saat seorang peserta wanita di acara 'Program Peremajaan Sawit Rakyat' di Serdang Bedagai, Sumatra Utara ditunjuk maju ke panggung.

Suasana menjadi meriah karena wanita tersebut mengaku bermarga Siregar.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru saja melangsungkan pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Berdasarkan adat Mandailing, Kahiyang berhak mendapat marga yang pada akhirnya terpilih yakni Siregar. Siregar adalah marga dari ibu Bobby.

Presiden pun nampak terkejut usai mendengar penuturan wanita tersebut yang bernama Nurdimin Lubis.

Presiden Jokowi: "Namanya siapa bu?"

Ibu Nurdimin: "Nurdimin Lubis. Marga saya Siregar loh pak. Sama seperti besan bapak."

Presiden Jokowi: "Ini sekarang kok banyak sekali yang mengaku marga Siregar ya."

Sontak peserta acara tertawa terbahak-bahak dengan penuturan Presiden Jokowi.

Ibu Nurdimin: "Ada keluarga saya pak."

Presiden Jokowi: "Iyaaaa, percaya-percaya."

Kemudian diikuti tawa yang lebih keras dari penonton.

Pada acara ini, Presiden Jokowi memang meminta peserta yang telah mendapatkan sertifikat tanah untuk maju ke panggung. Tujuannya untuk menceritakan kesan-kesannya kepada peserta acara.

Presiden Jokowi: "Luas tanah yang dimiliki berapa bu? Kalau punya sertifikat harus tahu luas yang dimiliki. Nah ini, 1.009 meter persegi."

Presiden Jokowi: "Mau dipakai untuk apa bu?"

Ibu Nurdimin: "Disimpan."

Presiden Jokowi: "Bagus disimpan. Jangan lupa kalau menyimpan di foto kopi. Jadi kalau hilang, foto kopinya masih jadi ngurus ke BPN mudah. Senang tidak dapet sertifikat?"

Ibu Nurdimin: "Senang."

Presiden Jokowi: "Karena ibu menyampaikan juga siregar jadi saya beri sepeda," yang kembali diikuti tawa peserta acara.

Ibu Nurdimin: "Makasih ya pak."

Presiden Jokowi: "Iya sama-sama bu. Salam buat boru Siregar." 

Cerita Presiden Jokowi disemprot petani gara-gara jagung

Presiden Joko Widodo bercerita pengalaman lucunya saat kena semprot petani Dompu, Nusa Tenggara Barat. Permasalahannya ialah para petani kesal karena harga jagung saat itu sangat rendah hingga buat rugi.

"Saya diajak panen jagung sama mentan. Saat saya kumpulkan petani seperti ini, marah-marah sama saya. Loh? Dulu saya tak nyuruh nanam jagung, kok saya dimarahi?" ujarnya sembari diiringi tawa para peserta acara 'Program Peremajaan Sawit Rakyat' di Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Senin (27/11/2017).

Presiden mengungkapkan penyebab petani naik pitam ialah masalah harga yang saat itu di 2014 sebesar Rp 1.500 per kilogram (Kg). Maka dari itu, dirinya langsung membuat peraturan bahwa harga jagung dipatok Rp 2.700 per Kg.

"Setelah itu impor juga diputus. Sekarang semua petani nanam jagung karena harga sekarang Rp 3.150-Rp 3.400," tuturnya.

Presiden Jokowi mengungkapkan, saat masih impor, sebesar 3,6 juta ton jagung asing menyerbu Indonesia tiap tahunnya. "Berapa ribu kapal itu coba? Sekarang kita setop."

[mdk/idr/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera