Pendidikan

Pendidikan

Bikin RAPBD Bengkak, TGUPP Dinilai Tak Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

JAKARTA -- Rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menaikkan anggaran TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) dari Rp 2,3 miliar menjadi Rp 28,99 miliar tahun depan menuai kritik. Nilai tersebut dinilai cukup fantastis. Padahal selama ini dampak keberadaan TGUPP juga belum dirasa signifikan oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, Jumat (24/11/2017). "Manfaat untuk rakyat tak terlalu signifikan," ujarnya saat dihubungi via ponsel.

Gembong mengatakan fungsi TGUPP selama ini hanya merancang dan mengusulkan sebuah kebijakan kepada gubernur maupun wakil gubernur. Tak ada kegiatan dalam bentuk program nyata yang langsung menyasar masyarakat. "Output-nya hanya masukan untuk gubernur," ujarnya.

Anggaran Rp 28,99 miliar kata Gembong masih berupa usulan. Termasuk juga berbagai anggaran lain yang nilainya cukup besar dan menjadi sorotan, salah satunya anggaran pengharum ruangan Gedung DPRD. Besaran anggaran itu bisa berubah sebelum disahkan menjadi APBD 2018.

"Itu semua masih usulan dan nanti akan dibahas bersama dengan DPRD. Yang pasti kita berharap alokasi APBD sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta," jelasnya.

Usulan kenaikan anggaran TGUPP masih bisa dirasionalisasi. Ia mengatakan angka Rp 28,99 miliar cukup fantastis hanya untuk membiayai TGUPP. Padahal anggaran sebesar itu juga bisa dihemat untuk hal lain. Sebelum anggaran TGUPP dirasionalisasi, Gembong mengatakan perlu dilakukan kajian sejauh mana urgensi anggaran tersebut ditingkatkan.


[mdk/rhm/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera