Pendidikan

Pendidikan

Rebutan Lahan Parkir, Dua Kampung di Kelok Sembilan 'Cakak Banyak'

PADANG -- Cakak banyak yang melibatkan pemuda dua kampung pecah di Fly Over Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (11/10/2017) sore. Aksi tawuran itu dipicu perebutan lahan parkir kawasan Kelok Sembilan, yang memang sudah menjadi destinasi wisata dan ramai dikunjungi.

Perkelahian yang melibatkan puluhan orang tersebut membuat suasana di Kelok Sembilan mencekam.

Para pemuda dengan wajah bengis memenuhi jalan raya, dan saling serang. Pelakonnya berasal dari Nagari Persiapan Hulu Aia dan Lubuak Bangku, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Personel polisi diturunkan untuk mengamankan kondisi.

"Perkelahian antarpemuda itu  dipicu perebutan lahan parkir di Kelok Sambilan," tutur Kapolsek Harau, AKP L Toruan serta Kasubag  Humas Polres Limapuluh Kota, AKP Efrizul, Kamis (12/10/2017) siang.

Peristiwa berawal saat seorang pemuda Lubuak Bangku bernama Roma sedang berada di Kelok Sembilan, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dia lalu didatangi Edo, warga Hulu Aia Putiah. Keduanya membahas soal lahan parkir dan upah pungut. Pemuda kedua nagari merasa sama-sama punya hak untuk memungut biaya parkir di sana. Pembahasan yang dilakukan keduanya semakin memanas karena sama-sama ngotot sebagai pihak yang memiliki kewenangan.

Dari perang mulut, keduanya berlanjut ke baku hantam. Sejumlah tokoh masyarakat melerai keduanya, supaya perkelahian tidak berlanjut.

Keduanya sempat berhenti berkelahi. Roma lalu pergi. Sangka orang banyak, dia pergi karena tidak mau melanjutkan keributan. Rupanya, Roma malah menjemput kawan-kawannya dari Aia Putiah. Sedangkan Edo dan koleganya juga berada di Kelok Sembilan.

Kedua kubu bertemu. Tanpa ada komando, mereka saling serang. Jual beli pukulan serta saling hantam. Suasana kian memanas dan tidak terkendali. karena massa kian banyak yang datang. Satu persatu, pelaku perkelahian bertumbangan.

Polisi akhirnya datang ke lokasi dan menenangkan kedua massa yang bentrok.

Bentrok berhenti. Namun, hingga malam, suasana masih panas karena kedua kubu tetap berjaga-jaga dan mengambil ancang-ancang menyerang. Data yang didapat Haluan, tiga orang terluka akibat kena pukulan. Satu dari warga Hulu Aia dan dua korban dari warga Lubuak Bangku.

Tidak mau perkelahian berlanjut, akhirnya dilakukan mediasi di Mapolres Limapuluh Kota. Perwakilan kedua kubu diundang, untuk melakukan perdamaian.

Ikut dalam pertemuan Wakapolres Limapuluh Kota, Camat Harau, Danramil Harau, KAN Harau, perangkat Nagari Sarilamak serta Hulu Aia. Saat mediasi berlangsung hingga pukul 23. 00 WIB, kubu dari kedua nagari membubarkan diri.

Sudah Berlangsung Lama

Informasinya, polemik perebutan lahan parkir di Kelok Sambilan sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir. Selain perebutan lahan parkir, bentrok juga dipicu tapal batas antar Hulu Aia dan Lubuak Bangku yang tidak jelas.

Menurut warga Hulu Aia, kawasan parkir Kelok Sembikan berada di kawasan mereka. Begitu juga menurut warga Lubuak Bangku, areal parkir masuk dalam kawasan nagari mereka. Karena itu, keduanya saling rebutan.

"Dalam mediasi sudah dapat kesepakatan antara Lubuak Bangku dengan Hulu Aia. Permasalahan tapal batas akan diselesaikan oleh KAN Harau dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa sehingga kedua daerah jadi jelas. Pengobatan terhadap korban, ditanggung oleh niniak mamak masing-masing," kata Kapolsek Harau, AKP L Toruan.

Polres Limapuluh Kota meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perkelahian antarkampung tersebut.

"Anggota akan tetap melakukan patroli untuk memastikan suasana kondusif dan perkelahian lanjutan tidak kembali terjadi," papar Kapolsek.


(han/ddg/rki)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera