Pendidikan

Pendidikan

Polisi Bakal Jerat Jonru Dengan Pasal Berlapis

JAKARTA -- Polda Metro Jaya menerima tiga laporan terhadap Jonru Ginting atas dugaan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial. Saat ini Jonru telah diproses atas satu laporan dari Muannas Alaidid dan ditetapkan menjadi tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Jonru akan dikenakan pasal berlapis. Selain dijerat dengan UU ITE, Jonru juga bisa dijerat dengan KUHP tentang diskriminasi RAS.

"Ada ITE kemudian KUHP juga ada.. Ternyata setelah melalui pemeriksaan polisi , ada tiga pasal yang dilanggar Jonru. Satu , Pasal  28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman enam tahun kurungan penjara. Kedua, Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. Dan ketiga , Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. Jadi total hukumannya bisa kolektif menjadi 16 tahun. " ujarnya, Kamis (5/10/2017)

Argo mengatakan saat ini sedang ditunggu hasil pemeriksaan dari penyidik terhadap saksi ahli termasuk juga menganalisa bunyi unggahan Jonru di media sosial. Setelah itu baru diketahui apakah unsur-unsur pidananya terpenuhi.

"Pasalnya sudah kita terapkan kita tunggu saja unsur-unsur dipenuhi semua kita kirim ke Kejaksaan. Memang kita akan menggunakan pasal berlapis semua yang ada di situ kita gunakan semua," tandasnya.

Polisi belum temukan hubungan unggahan Jonru dengan Saracen

Jon Riah Ukur (Jonru) menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui media sosial. Apakah unggahan Jonru berkaitan dengan aktivitas Saracen? Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum menemukan hubungan antara berbagai unggahan Jonru dengan Saracen.

"Belum ada indikasi ke sana," ujarnya, Kamis (5/10).

Berbagai unggahan Jonru di media sosial yang membuatnya dilaporkan ke polisi telah diambil dan dicetak oleh polisi. Isi atau bunyi unggahan itu selanjutnya dikaji untuk menemukan apakah memang ada unsur ujaran kebencian di dalamnya.

"Kita sudah print out, kita sudah ambil semuanya," kata Argo.

Sejak menjadi tersangka pada pekan lalu, Jonru kini ditahan di Rutan Narkoba Mapolda Metro Jaya. Hingga saat ini kata Argo, Jonru dan tim kuasa hukumnya belum mengajukan penangguhan penahanan.


[mdk/bal/rki]


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera