Pendidikan

Pendidikan

Pimpin Upacara Hapsak 2017, Walikota Padang Ingatkan Bahaya Laten PKI

PADANG -- Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengajak para tokoh agama, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan agar tidak rentan terhadap rongrongan dan ancaman bahaya laten.

"Pancasila adalah pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beraneka ragam, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Jangan biarkan sejarah kelam itu terulang kembali. Cukup sudah tetes air mata dan darah membasahi bumi pertiwi karena pengkhianatan PKI," kata Mahyeldi dalam amanatnya pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-52 di Lapangan Imam Bonjol, Ahad (1/10/2017).

Mahyeldi mengungkapkan, cukup sudah peristiwa 30 September 1965 jadi pelajaran pahit bangsa ini. Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI diculik, disiksa, dan dibunuh oleh simpatisan PKI.

Menurutnya, sejak era reformasi, sepertiJoim banyak pihak tidak menganggap penting peringatan G30S/PKI setiap tanggal 30 September. Demikian juga, tanggal 1 Oktober merupakan Hari Kesaktian Pancasila yang patut disyukuri nyaris sepi dari peringatan dan seremoni.

"Mari kuatkan persatuan untuk mengantisipasi ancaman laten PKI dan kelompok radikal lainnya yang merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara, menuju kehidupan sejahtera yang berjalan harmonis," ajaknya.

Lebih lanjut Wako Mahyeldi mengatakan, Pemerintah Kota Padang berupaya mengingatkan generasi muda dengan sejarah kelam G 30/S agar menjadi serta ancaman latennya di kemudian hari. Upaya itu dilakukan dengan menyaksikan bersama pemutaran film Penumpasan G 30/S PKI. Juga menganjurkan pengibaran bendera setengah tiang pada tanggal 30 September dan setiang penuh pada tanggal 1 Oktober.

"Ini kita lakukan agar generasi memahami betapa penting momen ini untuk kembali menyadari falsafah Pancasila adalah landasan ideal bangsa Indonesia," ulasnya.

Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di RTH Imam Bonjol ini diikuti oleh semua komponen. Hadir juga Wakil Walikota Padang Emzalmi, anggota legislatif dan unsur Forkopimda dan ratusan masyarakat dari berbagai elemen.

Dalam kesempatan ini Walikota Mahyeldi juga menyerahkan secara simbolis tanda kenaikan pangkat beberapa ASN di lingkungan Pemko Padang.

Gaungkan Terus Hari Kesaktian Pancasila

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo melihat, sejak era refomasi ini, peringatan G30S/PKI setiap 30 September seperti tidak dianggap penting. Begitu pula peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati pada 1 Oktober.

"Hal itu ditandai dengan kurangnya kesadaran masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang setiap tanggal 30 September. Pemberitaan mengenai Hari Kesaktian Pancasila juga tak ada gaungnya," kata Mahyeldi usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (1/10).

Hemat Mahyeldi, peristiwa G30S/PKI yang merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia seperti hendak dihapuskan dari memori kolektif para generasi muda Indonesia. Namun begitu, Walikota Padang mengatakan bahwa kebenaran sejarah tidak akan pernah bisa ditutupi.

"Tetapi, kebenaran sejarah tak bisa ditutupi bahwa komunisme adalah paham radikal yang merupakan ancaman bagi ideologi bangsa kita, Pancasila," ungkap Walikota.

"Kita harus terus gaungkan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahunnya," tambah Mahyeldi.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini bertemakan "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Makmur". Tema tersebut menjelaskan bahwa untuk membangun bangsa dan negara dibutuhkan kerjakeras bersama berlandaskan Pancasila.

"Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus pondasi negara. Pancasila juga falsafah negara. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi acuan bagi kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera," tutur Walikota Padang.

Walikota mengatakan, setiap kita mesti terus menerus menumbuhkkembangkan nilai-nilai Pancasila. Terutama kepada semua generasi, serta generasi penerus bangsa.

"Dalam konteks ini, pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan, penggalian, penanaman, pengembangan dan pengamalan nilai Pancasila dapat dilakukan secara sistemik, sistematik, dan masif," ujar Walikota.

(rel/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera