Pendidikan

Pendidikan

Permintaan Normalisasi Tak Digubris, Warga Sergai Akhirnya Turun ke Sungai


SERGAI, SUMUT -- Miris melihat sungai Seibuluh di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Seharusnya adalah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) II Provsu untuk melakukan normalisasi dan pihak pemkab sudah melayangkan surat kepada BWS II untuk segera melakukan normalisasi, namun sampai saat ini tak kunjung digubris.

Pantauan media ini (group beritaLima-red) di lokasi, Senin (2/10/2017), terlihat   masyarakat berbondong-bondong turun ke sungai untuk melakukan normalisasi sendiri tanpa memikirkan resiko yang bakal dihadapi. Mereka melakukan pembersihan sampah- sampah di sungai, persisnya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tebingtinggi. yakni di lokasi Dusun I, Desa Seibuluh , Perbaungan, Sergai.

Masyarakat melakukan hal ini demi mengairi persawahan ratusan hektar milik para petani yang saat ini gencar - gencarnya musim tanam.

Anto (45), warga Pematang Pasir kepada media ini (group beritaLima-red) di lokasi, mengatakan," Kalau kita menunggu dari pemerintah, kapan lagi warga sini akan melakukan tanam padi? Sungai ini sangat fungsi utama bagi masyarakat Sergai dalam melakukan tanam padi. Biasanya pemerintah sering melakukan normalisasi untuk membersihkan sampah sampah di sungai, kini tak ada lagi," ungkapnya.

Kondisi diperparah dengan makin banyaknya rumput maupun sampah yang bertumpuk di bawah jembatan sungai Seibuluh, sehingga aliran sungai tak normal seperti semula .

Masih kata Anto, "saat ini musim hujan, semua sampah dari atas sana turun ke bawah sehingga imbasnya warga kita".

Senada dikatakan Erdi (45), warga Desa Seibuluh, sungai ini sangat berguna sekali untuk warga sekitar dalam aktivitas sehari -harinya. Namun apa boleh buat, tindakan pemerintah untuk melakukan pembersihan normalisasi sungai belum dilakukan .

Sementara pada sisi lain, Pemkab Sergai sudah banyak memasangkan plang peraturan PU.No.17 tahun 2011 tentang pedoman penetapan garis tempat dan jaringan irigasi engan tulisan larangan mendirikan bangunan dan menanam pohon di atas tanggul saluran. 

"Itu sudah kita ikuti aturan, namun kenapa dalam perawatan irigasi tersebut belum ada?," ujar Erdi gusar.  (ugi)





AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera