Pendidikan

Pendidikan

Pasaman Barat Dihantam Banjir, Belasan Rumah Rusak Parah

PASAMAN BARAT -- Akibat curah hujan yang tinggi 13 rumah warga di Kejorongan Kampung Baru, Nagari Batahan, Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mengalami rusak berat akibat dihantam banjir Sungai Batahan.

"Benar, sekitar 13 rumah dan puluhan hektar sawah rusak akibat banjir. Tim gabungan sudah turun ke lapangan pagi ini untuk memberikan bantuan," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat Try Wahluyo kepada wartawan, Senin (9/10/2017)

Saat ini, pihaknya melakukan bantuan kepada warga yang menjadi korban hantaman banjir itu.

"Selain memberikan bantuan, kami juga mendata berapa rumah yang rusak. Untuk sementara ada 13 unit rumah yang rusak. Sebagian ada yang ambruk akibat luapan banjir itu," sebutnya

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir itu. Namun, banjir mengakibatkan rumah rusak dan lahan pertanian juga ada yang terendam air.

Try Wahluyo mengatakan banjir yang melanda Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan itu disebabkan hujan lebat yang melanda daerah itu sejak minggu (8/10) malam.

Akibat hujan yang tidak henti-hentinya, pada minggu pagi banjir datang tiba-tiba dan merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Akibat bencana tersebut sekitar 13 rumah warga dan puluhan hektas persawahan warga yang berada di tepi sungai mengalami rusak berat. Saat ini, penghuni rumah untuk sementara waktu diralekasikan ke rumah tetanggayang dan posko yang di persiapkan oleh Pemkab Pasbar dan PMI Pasaman Barat.

Sementara itu kepala Dinas Sosial Marimus mengatakan pihaknya sudah berada dilokasi sejak banjir melanda masyarakat kampung baru. Untuk sementara ini kita sudah salurkan bantuan logistik berupa selimut 120 buah, matras 20, perlengkapan keluarga 50 paket,makanan siap saji 100 kaleng,kebutuhan khusus 25 paket,mie 10 dus,tambahan gizi 8 paket,lauk pauk 2 paket dan beras 5 karung. 

"Untuk sementara dari Dinsos itu yang baru kita salurkan. Kita lihat kondisi dan stuasi selanjutnya, apabila kondisi semakin parah kita akan salurkan lagi bantuan selanjutnya,"sebutnya.

Sementara itu salah seorang warga Batahan,Khairani mengatakan warung makan miliknya sudah hanyut dibawa arus sungai, sekarang sudah berada di atas badan jalan nasional.

"Rumah dan warung hancur, tidak tau lagi harus berbuat apa," keluhnya.

Senada yang di sampaikan Andri, walaupun sudah ada bantuan dari Pemkab Pasaman Barat pihaknya berharap agar pemerintah bisa memperbaiki rumahnya kembali.

"Mudah-mudahan ada bantuan lagi dan banjir cepat surut dan warga kembali beraktivitas seperti biasanya," katanya.
Informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang rumahnya ambruk adalah Zulkifli, Zulhendri, Khairani, Rudi Elvi, Zulkisman, Iyus, Ati, Upiak, Rudi Hartono, Lamek, Khairuddin, Tapa, dan Tono. Saat ini BPBD Pasaman Barat tim gabungan sudah mendirikan puluhan tenda darurat dan dapur umum.


(han/idn/rki)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera