Pendidikan

Pendidikan

Nekat Curi Uang Infak Saat Jumatan, Pria Pengangguran Bonyok Dihajar Warga

PADANG -- Tindakan yang dilakukan oleh pria pengangguran ini sangatlah nekat. Usai warga menunaikan sholat Jumat , ia malah nekat mencuri uang yang ada di dalam kotak infak masjid Masjid Nurul Ihsan, Asrama Polisi Jati, Kecamatan Padang Timur, Jumat (29/9). Pelaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura ikut berinfak, dan kemudian mengambil uang kotak infak.

Namun, sial bagi pelaku Arif Akhyar (38) warga Mata Air, Kecamatan Padang Selatan ini kepergok oleh salah seorang warga yang telah memperhatikan gerak geriknya. Saat itu juga, warga yang sudah selesai menunaikan sholat langsung memukulinya. Setelah itu pelaku di bawa ke Unit Laka Lantas untuk diamankan dari amukan warga, dan kemudian dibawa ke Mapolresta Padang.

Kejadian itu berawal ketika pelaku berinfak hanya Rp1000 dan memasukkannya ke dalam kotak infak. Namun, pelaku pura-pura mengambil uang kembalian, dan ternyata pelaku mengambil uang yang berada di dalam kotak infak sebesar Rp100 ribu. Bahkan, aksi nekad pelaku dilakukan sesaat setelah melaksanakan salat Jumat disaat warga masih ramai.

Namun, aksi pelaku diketahui oleh salah satu jamaah. Sontak, pelaku yang terbukti hendak melakukan pencurian itu 'nyanyak' dihajar massa. Jamaah salat Jumat dan warga sekitar yang geram dengan ulah pelaku, langsung melayangkan bogem mentah secara bertubi-tubi.

Mujur, nyawa pelaku berhasil selamat setelah personil Sabhara Polresta Padang yang mendapat informasi langsung datang dan menenangkan massa. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Padang guna pemeriksaan lebih lanjut berikut dengan barang bukti.

Salah warga, Farit Aska (15) mengatakan, saat itu dia yang juga ikut melaksanakan shalat Jumat berada persis satu saaf dan berada tidak jauh dari pelaku. Kemudian, dirinya melihat pelaku memasukan uang sebesar Rp1.000 ke dalam kotak infak.

"Ketika tangannya dikeluarkan saya melihat pelaku mengambil uang Rp50 ribu sebanyak dua lembar. Saya berteriak ada maling, ada maling dan berupaya memeluk pelaku agar tidak lari dan massa langsung ikut mengamankan pelaku," terangnya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kasat Reskim, Kompol Daeng Rahman, Senin (02/10/2017) membenarkan adanya pelaku maling infak diamakan. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Dari pengakuan pelaku, aksi nekatnya ini baru pertama kali dilakukannya. Sampai saat ini, pelaku masih kita mintai keteranganya," pungkasnya.


(han/ang/rki)



bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera