Pendidikan

Pendidikan

Masyarakat Bungtekab Keluhkan Air Keruh, Tagihan PDAM Terkesan Asal Patok


PADANG -- Masyarakat Koto Gadang, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, mengeluhkan tagihan bulanan Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Padang yang terkesan asal patok, tak jelas perinciannya. 

Selain itu, kondisi air ledeng di kawasan itu juga keruh. Mati ketika cuaca panas terik, bahkan tak jarang bercampur lumpur tatkala musim penghujan

Warga setempat, Nasril (47), mengungkapkan hal tersebut kepada www.sumateratime.com dan sejumlah media online lainnya, Minggu (15/10/2017) sore, di sela kunjungan rombongan Ikatan Kekeluargaan Wartawan (IKW) ke pesta "baralek" (pesta pernikahan-red) salah seorang anggotanya di kawasan Koto Gadang, Bungus Timur, Bungtekab.

Ihwal tagihan bulanan PDAM yang seolah diterka terka atau dipatok saja sedemikian rupa, "Ujang", demikian ia akrab disapa, lebih lanjut memaparkan, ada kalanya angka yang tertera pada tagihan melambung sangat jauh, tidak sesuai dengan pemakaian air PDAM yang tidaklah seberapa setiap bulannya. Angka yang tertera pada meteran seolah tidak jadi patokan, sehingga banyak warga setempat yang terkaget-kaget ketika dihadapkan dengan tagihan selangit, sementara mereka telah berusaha menghemat pemakaian air PDAM. 

Keganjilan lainnya terkait pembayaran tagihan PDAM, juga dirasakan ketika warga setempat membayar tunggakan. Sementara warga terus menunaikan kewajiban mencicil setiap bulan, yang namanya tagihan tunggakan tetap ada, seolah-olah tidak pernah dicicil. 

Menurut Ujang, pihak PDAM kadang datang ke rumah untuk menjeput tagihan cicilan. 

"Awalnya kami percaya saja kepada petugas PDAM tersebut, tapi ternyata tagihan kami bukannya lunas, malahan bertambah dan dianggap tak membayar," ungkapnya tak habis fikir. 

(mke/rki)







AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera