Pendidikan

Pendidikan

Insiden di Las Vegas, penembakan terburuk dalam sejarah Amerika modern

LAS VEGAS,US -- Pria kulit putih itu sedang berada di lantai 32 sebuah hotel di Las Vegas, Amerika Serikat, ketika dia melihat kerumunan orang di bawah sana, di seberang jalan, tengah menyaksikan konser musik country, kemarin.

Saat sedang melihat ke bawah pria 64 tahun itu memegang senapan. Dan sesaat kemudian rentetan tembakan membuat kerumunan massa kocar-kacir panik. Pemandangan selanjutnya adalah darah menggenang, mayat dan korban selamat bergelimpangan.

Polisi mengatakan lebih dari 50 orang tewas dan 400 lainnya harus dirawat di rumah sakit akibat tembakan yang dilepaskan pria bernama Stephen Paddock itu di Las Vegas.

Paddock kemudian diidentifikasi berasal dari Maesquite, Nevada, dan menembak dirinya sendiri sebelum polisi meringkusnya. Aparat keamanan kemudian memburu seorang wanita Asia bernama Marilou Danley yang diduga rekan sekamar Paddock.

Motif penembakan ini belum diketahui. Pejabat keamanan mengatakan kepada ABC News, sejauh ini belum ada keterkaitan dengan jaringan teror internasional.

Peristiwa ini menjadi penembakan paling banyak memakan korban dalam sejarah Amerika.

Dilansir dari CNN, Senin (2/10), berikut tiga penembakan di Amerika di era modern yang menewaskan banyak orang:

Kelab Malam Pulse, 49 tewas

Omar Saddiqui Mateen, 29 tahun, menembak ke arah kumpulan orang di sebuah kelab malam gay di Orlando pada 12 Juni tahun lalu. Sedikitnya 49 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka. Polisi menembak mati pelaku ketika dia menyandera korban.

Virginia Tech, 32 tewas

Seorang mahasiswa bernama Seung-Hui Cho, 23 tahun, melepaskan tembakan di dua lokasi di kampus Virginia Tech, Blacksburg, Virginia, pada 16 April tahun lalu. Tembakan itu menewaskan 32 orang dan pelaku kemudian bunuh diri.

Sandy Hook, 27 tewas
Pada 14 Desember 2012, Adam Lanza, 20 tahun, memberondong 20 anak-anak sekolah dasar dan enam orang dewasa di SD Sandy Hook, Newton, Connecticut. Dia kemudian menembak diri sendiri hingga tewas. Dalam peristiwa itu Nancy Lanza, ibu Adam, ikut tewas karena ditembak.

Stephen Paddock, penembak sadis yang tewaskan 58 orang di Las Vegas

Penembakan brutal dalam konser musik country di Las Vegas menewaskan 58 orang dan melukai setidaknya 500 orang lain. Polisi menyebut pelakunya adalah Stephen Paddock, seorang pria berusia 64.

Siapa Paddock sebenarnya?

Polisi menyebut dia adalah mantan akuntan yang hidup berkecukupan. Pria ini tak memiliki catatan kriminal apa pun. Sementara mantan tetangganya menyebut dia juga kerap berjudi dan kadang bersikap aneh.

Paddock melakukan tembakan dari kamar di lantai 32 Mandalay Bay Hotel and Casino yang disewa beberapa hari sebelumnya.

Saat penembakan, Tim SWAT menerobos maju menggerebek kamar tersebut. Mereka menemukan Paddock sudah tewas bunuh diri. Polisi juga mengaku menemukan 16 pucuk senjata dan ratusan amunisi di kamar itu.

Pada penggeledahan lanjutan, polisi menemukan 18 pucuk senjata dan ribuan senjata di rumah Paddock di Mesquite. Ada juga bahan peledak di mobilnya.

Diduga dia membeli semua senjata itu pada musim semi lalu. Negara bagian setempat memang longgar pada kepemilikan senjata api.

Sebelumnya, kelompok militan ISIS mengklaim bahwa Paddock merupakan tentara mereka yang baru saja memeluk agama Islam beberapa bulan lalu.

"Penyerangan di Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai respons atas panggilan koalisi negara yang menjadi target," kata agensi berita ISIS, Amaq, melansir Reuters.

Hal itu terkait dengan koalisi yang dipimpin AS untuk membasmi ISIS di Timur Tengah.

Kepolisian Las Vegas membantah klaim tersebut. Bantahan itu didukung oleh FBI yang menyebut bahwa tidak ada koneksi antara kejadian ini dengan kelompok teroris internasional manapun.

Kakak tersangka, Errick Paddock menyebut tak ada alasan adiknya melakukan tindakan keji seperti itu. Dia menyebut adiknya adalah pria biasa yang tak punya latar belakang militer. Stephen Paddock juga makmur secara ekonomi karena memiliki investasi properti dengan nilai jutaan dollar.

Namun dia mengakui ayah mereka dulu adalah seorang perampok bank yang paling diburu FBI. Sang ayah juga didiagnosa mengalami kelainan jiwa atau psikopat.

Stephen Paddock memiliki seorang kekasih bernama Marilou Danley (62). Namun wanita berdarah Asia ini tak bersama dia saat check in di Hotel Mandalay. Saat peristiwa ini terjadi, Danley juga dilaporkan sedang berada di Jepang.

[mdk/ian/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera