Pendidikan

Pendidikan

Dua Bersaudara Dihantam Kereta Api Sibinuang, 1 Orang Tewas

PADANG -- Diduga tak melihat kereta api saat melintas, sepeda motor yang ditumpangi kakak beradik ini dihantam oleh kereta api Sibinuang di perlintasan kereta api Simpang Perumahan Fakrisindo, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Akibat kejadian itu, korban Ella (18) yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Padang tewas setelah mengalami luka parah pada bagian kepalanya akibat terpental sejauh dua meter. Sedangkan adiknya, Ondo (4) yang masih balita itu saat ini masih kritis di RSUP M. Djamil Padang.

Kejadian itu berawal ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Vario BA 3990 SH bersama dengan adiknya yang dibonceng melaju dari arah Simpang Tabing menuju Lubuk Buaya. Namun, setiba di lokasi simpang menuju rumahnya, korban belok kiri dan melintasi rel kereta api. Saat bersamaan datang kereta api Sibinuang dari arah pariaman menuju Padang dam langsung menabrak sepeda motor korban.

Saat itu juga, kedua korban terpental sejauh dua meter dari simpang tersebut. Sedangkan sepeda motor korban rusak parah. Mengetahui adanya kecelakaan, warga setempat langsung berdatangan ke lokasi membantu korban yang sudah tergeletak. Saat itu juga, warga membawa kedua korban ke RSUP M. Djamil Padang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, korban Ella akhirnya menghembuskan nafas terkahirnya di Rumah Sakit akibat luka yang dideritanya sangat parah. Sedangkan adik korban masih dalam keadaan kritis dan masih mendapatkan perawatan intensif oleh tim dokter.

Akibat kejadian ini,  kemacetan parah terjadi disekitar lokasi karena ramainya warga yang melihat. Pihak kepolisian, berupaya melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Sedangkan, sepeda motor korban dinaikkan ke atas mobil bak terbuka polisi dan kemudian dibawa ke Unit Laka Lantas Polresta Padang.

Salah seoramg warga, Adek (47) mengatakan saat itu ia berada di seberang jalan, dan memang mendengar adanya adanya kereta api yang akan melintas. Namun, ia melihat korban itu tetap melintas sehingga tertabrak oleh kereta api hingga terpental beberapa meter.

"Warga sudah meneriakinya, tapi korban tetap melaju. Saat itulah korban tersenggol oleh kereta api yang melintas. Saya langsung berlari ke lokasi, dan melihat kedua korban  sudah tergeletak berdarah. Satu korban perempuan sudah dewasa sepertinya sudah meninggal, dan adiknya yang masih balita masih juga tidak sadarkan diri," kata Adek.

Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kasat Lantas, Kompol Asril Prasetya mengatakan pihaknya setelah mendapatkan informasi adanya laka lantas langsung mendatangi lokasi mengevakuasi sepeda motor dan kemudian melakukan olah TKP dengan memintai keterangan saksi serta mendatangi rumah sakit.

"Diduga pengendara sepeda motor tidak mengetahui dan mendengar adanya kereta api yang akan melintas. Dalam kejadian itu satu orang meninggal dunia, sedangkan balita yang dibonceng kritis. Kita menghimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati saat melintas rel keretaapi," pungkasnya.


(han/ang/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera