Pendidikan

Pendidikan

Bocah 7 Tahun Korban Kekerasan Seksual, Komnas Anak Desak Polisi Tangkap Pelaku


JAKARTA -- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mengutuk pelaku kejahatan seksual terhadap bocah 7 tahun di Abepura, Kota Jayapura Papua dan memberikan apreasi kepada RSUD Abepura yang telah memberikan layanan kesehatan bagi korban.

Mengingat perbuatan pelaku sudah tergolong teramat keji, sadis, tidak mempunyai keprimanusiaan dan luar biasa, Komnas Anak mendesak Polresta Abepura untuk segera menangkap dan menahan pelaku. Perbuatan biadab ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masyarakat di sekitar tempat kejadian dimana korban ditemukan tak berdaya, yakni di kelurahan Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, juga didesak untuk membantu polisi mengungkap tabir kejahatan seksual yang menimpa anak yatim ini. Masyarakat  yang melihat dan mengetahui diminta jangan enggan untuk menjadi saksi. Korban harus segera ditolong. 

Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, menegaskan hal tersebut dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (8/10/2017).

Atas peristiwa Sabtu (7/10/2017) lalu itu, Komnas Anak mendesak pelaku segera menyerahkan diri dan mengingat luka pada vagina korban sangat serius dan kondisi korban sangat lemah,   diminta Pemko Abepura melalui Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan medis yang memadai kepada korban, dan meminta Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sosial bagi korban dan keluarganya, serta meminta Dinas PPPA menyediakan rumah aman bagi korban.

Mengingat perbuatan kriminal pelaku tergolong luar biasa sadis, Komnas Anak juga meminta pihak Polresta Abepura melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang luar biasa. Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk tidak segera menangkap dan menahan pelaku karena  tindakan kriminal pelaku dapat dijerat 20 tahun penjara maksimal dan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati sesuai yang diatur dalam ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Peraturan Pengganti Undang-undang No. 01 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan KUH Pidana.

Untuk memberikan yang terbaik bagi korban, termasuk pendampingan hukum dan layanan pemulihan trauma bagi korban, Komnas Anak segera bekerjasama dan berkordinasi dengan para pemangku kepentingan dan aktivis perlindungan anak di Jayapura, aparatur pemerintah serta aparat penegak hukum, yakni Polres Abepura.

"Tidak ada alasan lagi, korban harus segera diselamatkan, pelaku harus segera ditangkap! Kekerasan terhadap anak di Papua harus diakhiri," desak Arist.

(rel/ede)





AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera