Pendidikan

Pendidikan

Sopir Angkot Sandera Sepeda Motor Driver Gojek di Bukittinggi

BUKITTINGGI -- Dua hari pascapenutupan kantor Gojek di By Pass oleh Walikota Bukittinggi. Sopir Angkutan Kota (Angkot) menangkap driver Gojek sedang beroperasi di sekitaran Kampus IAIN Bukittinggi, Rabu (13/9/2017).

Dari informasi dihimpun di Mapolres Bukittinggi, kejadian berawal Driver Gojek bernama Devis menerima orderan dari aplikasi Gojek untuk menjemput pelanggan. Tak ingin mengecewakan pelangganya, Devis langsung meluncur menjemput ke alamat yang dituju.

Belum sempat mengantar pelanggannya, ia diberhentikan oleh salah seorang sopir angkot Jurusan Tigo Baleh. Setelah diintrogasi oleh sopir tersebut, akhirnya sepeda motor miliknya dan HP penumpang disita. Beruntung tidak terjadi keributan.

Mendapat informasi tersebut, Satreskrim Polres Bukittinggi turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sehingga permasalahan kedua belah pihak dapat dimediasi di Polres Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Suyatno mengatakan, mediasi kedua belah pihak belum membuahkan hasil. Sebab aplikasi Gojek sendiri belum ditutup oleh pemerintah. Memang katanya, Pemko Bukittinggi Senin (11/9) secara resmi telah menutup Kantor Gojek di By Pass. Namun aplikasinya masih tetap berjalan, sebab untuk menutup aplikasi itu adalah kewenangan pemerintah pusat.

"Kasus perampasan sepeda motor Gojek ini telah masuk ke ranah pidana. Namun sampai saat ini korban belum membuat laporan ke kita. Jika nanti korban melapor kasus ini akan kita proses," kata Suyatno.

Sementara itu, Ketua Angkot IKABE Syahril berharap Gojek Bukittinggi mematuhi aturan yang telah dikeluarkan Wako Bukittinggi.

"Pemko Bukittinggi telah memutuskan untuk menutup kantor Gojek. Kalau sudah ditutup ya jangan beroperasi lagi," kata Syahril. Ia menegaskan, tidak tahu apa yang akan terjadi nanti jika Gojek masih tetap beroperasi.


(han/ril/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera