Pendidikan

Pendidikan

Lagi-lagi PDIP digoyang isu PKI

JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) kembali diterpa tuduhan terkait komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kali ini, tuduhan datang dari Presidium 212. Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif akan mengerahkan massa ke Gedung DPR. Sebab, rumah rakyat itu dianggap sudah disusupi politisi yang memiliki hubungan dengan ideologi komunisme. Slamet menuding kuatnya kebangkitan PKI ditunjukkan oleh anggota DPR khususnya dari partai penguasa.

Mereka menyinggung anggota DPR Ribka Tjiptaning yang terang-terangan menunjukkan identitasnya sebagai anak seorang komunis. "Parlemen pun nyata mulai menampakkan dirinya, pro PKI dengan menulis buku 'Aku Bangga jadi Anggota PKI', dan 'Anak PKI Masuk Parlemen'. Serta banyaknya pihak yang keberatan dan sewot ketika ada usulan pemutaran film G30S/PKI," kata dia.

Tidak hanya Ribka Tjiptaning, beberapa nama politisi PDIP juga dituding telah dipengaruhi paham komunisme. Para politisi partai berlambang banteng moncong putih ini dianggap memfasilitasi lahirnya kembali PKI.

"Dari PDIP, Ribka (Ribka Tjiptaning), Budiman Sujatmiko, itu indikasinya kuat dia orang kiri. Kemudian Rieke Diah Pitaloka, kan dia yang buat reuni-reuni eks PKI itukan juga berkaitan dengan Banyuwangi yang pernah kita bubarkan juga," kata Slamet.

"Jadi keliatannya memang banyak dari partai itu. Partai penguasa sekarang," sambungnya.

Slamet melihat indikasi kebangkitan PKI makin kuat dari anggota dewan. Ia menemukan wacana pencabutan TAP MPRS No 25 perihal pelarangan PKI. Itu juga menjadi alasan pihaknya menggelar aksi di depan gedung DPR.
Bukan kali ini saja PDIP dikaitkan dengan PKI dan komunisme. Belum lepas dari ingatan kita saat Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Arie menyebut 'Wajar saja jika PDIP disamakan dengan PKI karena sering menipu'.

Arief langsung membuat surat permintaan maaf yang ditujukan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia mengaku tidak bermaksud menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam suratnya Arief menyebut PDIP sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai Pancasila serta memperjuangkan rakyat Indonesia.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP," tulis Arief dalam surat tersebut.

Dia juga mengklarifikasi pernyataannya mengenai PDIP dan PKI. Dia mengaku hanya menanggapi keluhan Sekjen PDIP terkait PDIP yang sering dikaitkan dengan PKI. Menurutnya, seharusnya itu menjadi koreksi bagi PDIP, mengapa PDIP yang merupakan partai berideologi Pancasila sampai dikaitkan dengan PKI. "Saya menanggapi Keluhan Pak Hasto Karena PDIP sering dikaitkan Dengan PKI," ucapnya.

Sebelum Arie Pouyono, ada Ustaz Alfian Tanjung yang harus berurusan dengan polisi karena menyebarkan kebencian terkait ucapannya di media sosial. "Terkait laporan PDIP (yang) disebut oleh beliau dalam akun twitternya bahwa PDIP 85 persen isinya kader PKI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/5).

PDIP bukan tinggal diam dengan tudingan terkait PKI. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah tiba-tiba mengeluarkan surat edaran berisi bantahan terhadap pihak-pihak yang mengaitkan PDIP dengan paham Komunisme. Surat dengan nomor 2588/IN/DPP/II/2017 itu ditantangani langsung oleh Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristyanto.

Surat itu dikeluarkan pada Kamis (2/2). Isinya penjelasan sekaligus instruksi dari Megawati agar para kader menyosialisasikan dan menjelaskan bahwa PDIP adalah partai yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Seluruh kader juga diminta untuk melaksanakan asas partai yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"PDIP tidak memiliki kaitan apapun dengan ajaran komunisme karena PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis yang menjunjung tinggi dan melaksanakan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Demokrasi, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila," tulis Megawati.

Politikus PDIP Ribka Tjiptaning pernah angkat bicara soal polemik yang mengaitkan kader PDIP dengan komunisme. Menurut Ribka, hal ini sudah sering terjadi jelang pemilu dan dimainkan oleh lawan politik untuk mencapai kemenangan.
"Dari dulukan gitu, PDIP dibilang partai preman, komunis, Kristen, artinya PDIP diperhitungkan," kata Ribka di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/7/2014).

Dia menyesalkan isu PKI sengaja dibuat ramai kembali. Padahal unsur-unsur PKI sudah tidak ada karena sudah lama mati. "Sekarang kan dianggap PDIP mendukung orang PKI sehingga musuh angkatan darat, kalau orang cerdas berarti benar angkatan darat yang bunuh PKI, kenapa itu yang diangkat, orang PKI pada kemana? Sudah pada meninggal," kata Ribka.

[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera