Pendidikan

Pendidikan

Lagi, Bustanul Huda Kembangkan Cabang

Aceh Utara, Beritalima –  Dayah (Pesantren) ulama kharismatik salafiah Aceh Bustanul Huda, Paya Pasi, Kec. Julok Kab. Aceh Timur kembali membuka cabang baru. Pimpinan dayah tak lain adalah kader alumni dayah yang bersangkutan.

Bustanus Salikin diresmikan langsung oleh Abu Ali panggilan akrab ulama dayah Tgk. H. Muhammad Ali alias Abu Paya Pasi. Cabang dayah tersebut didirikan diDesa Teupin Mamplam, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur.

 

Pada kesempatan itu turut hadir pimpinan dayah yang akan membina kelangsung Bustanul Sadikin Tgk Syakirin, Abu Ali, Abu Blang Jrueng, Tgk H Abdul Manan, Tgk H Muhammad Jakfar (Abi Jafar), Ketua Lembaga Acheh Future Razali Yusuf, OKP Gerakan Penerus Aceh (GPA), Muspika Plus Simpang Ulim, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.


Para tokoh ulama mengatakan dayah merupakan perpanjangan pendidikan agama Allah di Aceh. Dengan berkembangnya dayah Salafi akan mengentas isu-isu menyesatkan ditengah-tengah masyarakat awam.

 

Tokoh Agama juga mengharap, pendidikan usia dini terhadap anak agar menjadi tanggung jawab agama. Dayah juga diharapkan menjadi pijar ditengah-tengah apatisme masyarakat yang kurang peduli terhadap akidah dan norma-norma agama. Dengan pengembangan sayap Bustanul Huda ini akan memberikan dampak yang besar bagi penerus di Simpang Ulim dan sekitarnya.


Abu A Manan dalam tausiahnya meminta masyarakat untuk bersatu padu dijalan Allah, memerangi kebodohan dan memperjuangan agama Allah tidak harus berperang ke Tanah Arab seperti yang terjadi saat ini. Namun, tergantung kemampuan individual dan kelompok masyarakat, ia mengatakan dengan menjaga kelangsungan dayah adalah sebuah perjuangan mempertahankan agama Allah.


Ia pun berharap pemerintah desa tidak perlu sungkan dalam hal membantu pengembangan pengajian dayah.


Abu Payah lebih menekankan masyarakat untuk memfasilitasi diri pada pengajian rutin dalam masyarakat. "Dayah yang sudah ada disini agar dipergunakan, khususnya bagi seluruh anak-anak dan para orang tua untuk terus menuntut ilmu.  Jangan sampai terbengkalai tempat yang sudah kita bangun bersama. Dayah ini terbuka untuk masyarakat umum yang hendak menuntut ilmu dari berbagai kalangan generasi," ujar Abu Paya Pasi.(EN)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera